
Agama berada dalam bahaya besar di seluruh dunia, dan bahkan tidak dipeduli, kata Paus Benediktus XVI.
“Di seluruh dunia, iman mengalami bahaya dan suatu saat akan mati seperti api yang kehabisan bahan bakar,” katanya.
Dunia menghadapi “krisis iman mendalam, dan hilangnya rasa keagamaan merupakan tantangan terbesar bagi Gereja saat ini,” katanya.
Paus mengatakan pembaruan iman harus menjadi prioritas bagi semua anggota Gereja dan dia berharap Tahun Iman, yang mulai bulan Oktober, sebagai kesempatan untuk lebih berupaya memperkuat iman.
Paus Benediktus menyampaikan keprihatinan tersebut saat bertemu dengan sekitar 70 pejabat, anggota dan konsultan dari Kongregasi Ajaran Iman, kantor dimana ia memimpin selama lebih dari 20 tahun sebelum terpilih menjadi paus, pekan lalu (27/1).
Dia mengatakan membawa pesan Injil yang lebih kredibel di dunia saat ini adalah persatuan umat Kristen — sebuah tema yang anggota kongregasi itu bahas selama empat hari dalam pertemuan pleno mereka.
Paus Benediktus mengatakan persatuan umat Kristen memerlukan dasar yang kuat dalam kebenaran dan Alkitab, bukan pembentukan peraturan dan kesepakatan yang saling menguntungkan.
“Jantung ekumenisme sejati adalah iman, di mana orang menemukan kebenaran yang dinyatakan di dalam Firman Tuhan,” katanya.
“Tanpa iman, tambah paus, seluruh gerakan ekumenis tidak akan bernilai dan menjadi sebuah bentuk ‘kontrak sosial’ yang melekat untuk keluar dari kepentingan bersama.”
Sumber: Christianity, religion risk oblivion in many parts of world
Vatikan tolak klaim bahwa Paus melakukan upacara pengusiran setan
Era reformasi, intoleransi meningkat
Para lansia mengalami cedera akibat bentrok dengan polisi