
Ratusan anak dan remaja yang tergabung dalam Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Regio Barat Keuskupan Malang berkumpul di Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen diajak untuk membangun rasa solider dengan sesama yang menderita dan terpinggirkan.
Sekitar 500 anak dan bina iman dari delapan paroki keuskupan itu berkumpul bersama dan bergembira dalam rangka perayaan Natal bersama dan merayakan Misa bersama memperingati 169 tahun berdirinya MISSIO Karya Kepausan di dunia, yang diadakan baru-baru ini, seperti dilansir situs keuskupan itu.
Acara dibuka dengan Misa syukur dengan konselebran utama Uskup Malang Mgr Herman Joseph Pandoyoputro O.Carm, yang didamping Direktur KKI Keuskupan Malang Romo Didik Bagiyowinadi dan Romo Wahyu O.Carm, pastor paroki Kepanjen.
“Sebagai anak-anak misioner harus mau berkorban juga buat saudara-saudara kita yang berkekurangan dan terpinggirkan,” kata Uskup Pandoyoputro dalam kata pembukaannya dalam Misa itu.
Prelatus itu mengajak anak-anak untuk betul-betul menjadi Bintang baik di rumah, masyarakat, dan sekolah. “Menjadi Bintang adalah menjadi anak Katolik yang baik dan tidak sombong serta rajin belajar dan mau membantu sesamanya yang lemah,” lanjutnya.
Tujuan Pauline Maria Jaricot mendirikan Serikat Kepausan adalah untuk membantu anak-anak dan saudara-saudara kita yang terlantar pada waktu itu. Tahun 2012 ini juga merupakan peringatan 150 tahun wafatnya.
Senada juga disampaikan Romo Didik dalam kotbahnya. Ia mengajak anak-anak melihat kembali akan saudara-saudara yang tertimpa bencana dan terpinggirkan.
“Anak-anak diajak untuk mau mendermakan apa yang dimiliki mulai dari alat tulis menulis, alat mandi dan makanan untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan,” tambah imam itu.
Acara kegembiraan ini dimeriahkan dengan panggung hiburan sebagai ungkapan kebahagiaan Natal dan Tahun Baru dengan menampilkan karya-karya pembinaan di paroki masing-masing.