UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes

Januari 31, 2012

Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes

Sekitar 40 umat Islam dari dua kelompok di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi protes secara damai di pintu masuk Paroki St. Joannes Baptista saat sekitar 350 umat paroki sedang mengikuti Misa Minggu di bawah sebuah tenda semi-permanen.

Kurang dari 10 aparat kepolisian mengawasi para demonstran yang berasal dari Gerakan Pemuda Parung dan Forum Umat Muslim Parung. Di bawah penjagaan ketat, Misa Minggu tetap berjalan dengan baik tetapi jumlah umat paroki yang hadir lebih sedikit dibandingkan minggu lalu.

Aksi protes pada Minggu, 29 Januari, itu merupakan aksi kedua yang digelar oleh kedua kelompok tersebut. Minggu sebelumnya, sejumlah wakil dari kedua kelompok ini menggelar aksi serupa untuk menentang kegiatan keagamaan umat paroki. Aksi inilah yang menyebabkan jumlah umat paroki yang menghadiri Misa Minggu menurun.

“Mereka datang untuk mengawal SK Bupati 2010 tentang penghentian seluruh kegiatan keagamaan di tempat ini,” kata Hendrikus Masan Hena, staf humas paroki.

Dibantu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, Hena berhasil melakukan dialog dengan para demonstran. Hasilnya, “mereka menginginkan tidak adanya kegiatan keagamaan minggu depan kecuali pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini bupati, memberi izin bahwa tempat ini bisa dipakai untuk beribadah.”

Laporan menyebutkan bahwa Bupati Rachmat Yasin sudah membuat surat sanggahan itu. “Namun kami belum mendapatkannya,” lanjutnya.

”Saya berharap pemerintah menyikapi masalah ini,” katanya.

Menurut staf sekretariat paroki, Agustinus Indharta, aksi-aksi protes itu bukan yang pertama yang dihadapi oleh sekitar 3.000 umat paroki.

“Aksi protes pertama terjadi tahun 2004, ketika kami mengadakan Misa Paskah di bawah tenda bongkar-pasang di paroki. Lalu kegiatan keagamaan sempat vakum karena demonstrasi tersebut. Kegiatan keagamaan dimulai lagi tahun 2008,” katanya.

Paroki membeli tanah seluas 7.000 meter persegi tahun 1990, tetapi belum mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) meskipun berkas-berkas sudah diajukan tahun 2007. Paroki sudah memenuhi semua persyaratan seperti yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri yang dikeluarkan tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.

Untuk kebutuhan pelayanan sehari-hari, sebuah ruang doa, pastoran dan sekretariat sudah dibangun, sementara Misa Minggu diadakan di bawah sebuah tenda semi-permanen.

“Nampaknya ada kolaborasi politik. Proses pengurusan IMB macet di tingkat kelurahan,” jelas Hena.

Oleh Katharina R. Lestari, Jakarta

 

14 responses to “Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes”

  1. Citymotor says:

    Banyak orng tdk punya kerjaan. Karena di Indonesia semuanya disebut kerja. Contoh: kerjanya demo aja, kerjanya marah2 aja, kerjanya tidur aja, kerjanya nongkrong aja, kerjanya protes aja. Semuanya disebut kerja. Jadi mereka tidak malu.
     

  2. Adonia Sihotang says:

    Kenapa di Pulau Jawa kegiatan agama minoritas sangat terkekang. 

  3. Cool_boy3078 says:

    Kalo ijin belum keluar, yg mestinya menegur aparat pemerintah bukan ormas …. Sabarlah, Tuhan akan menuntun kita ke jalan yang telah disiapkan …..Amin.

  4. Anonymous says:

    Begini saja, saya mengimbau KWI dan semua unsur Katolik di republik “islam” Indonesia ini datang ke SBY dan Taufik Kemas, minta mereka menjamin kebebasan org Katolik melaksanakan ibadahnya, kalau tidak mampu, baiklah kita minta PBB memfasilitasi orang Indonesia yang Katolik berimigrasi ke luar Jawa Barat. Sebaliknya kita juga minta pemerintah Jakarta memulangkan transmigran non Katolik dari Papua. Ini penting agar kita sebagai WNI juga diperlakukan adil. Karena UUD 1945 tidak menyatakan orang Katolik adalah warga asing. Tetapi kita selama ini diperlakukan sebagai orang asing…….   

  5. winnie de poeh says:

    Jelas bila Pelarangan Pembangunan (Gedung) Gereja (Katolik) dan Kristen (non katolik),banyak dilarang di Indonesia , maka: MAU/TIDKA MAU, AKAN MEMBUAT AKHIRNYA KESATUAN KRISTIANI = GEREJA2 SCR KESELUHAN (UMAT & PETINGGI AGAMA2 KRISTIANI) = MAKA: BARU TERCIPTA: “”KESATUAN GEREJA /PEMULIHAN GEREJA YANG SATU,KUDUS,MURNI,APOSTOLIK DAN DATANG DR.ALLAH/TUHAN DI SORGA”. shg  Kesadaran u.Menjadi Satu Tubuh Kristus Yesus Akan tergenapi.

  6. Ltumuka says:

    Sampai kapan kita terus membiarkan kebodohan semacam ini terus terjadi ya?

  7. Ferdinand says:

    Mereka ini telah mengurung Tuhan dalam otak mereka yang hanya segenggam. Orang yang menjalankan ibadah dan tentunya memohon Tuhan agar membimbing mereka dalam kehidupan mereka sehingga bisa hidup dengan damai, malah didemo. Teroris dan Narkoba tidak didemo. Mau jadi apa bangsa ini?

  8. Anonymous says:

    memang sulit bertahan diantara masayrakat yng mayoritas ,yang kadang sulit untuk mengerti toleransi….dan menghargai umat minoritas kadang karena itulah banyak orang berkecil hati karena ini…kadang saja orang asing saja kadang tidak di hargai apalagi org dalam negeri yang merupakan minoritas…wlwpun bukan semua umat mayoritas…

  9. Florianus says:

    Gereja saya pernah ngalami kejadian seperti itu…ketika mau urus IMB muncul dari yg mengaku “masyarakat & tokoh”, Forum Kampret, Paguyuban Semprol, Majelis Wedus dan sejenisnya…. TAPI ujung2nya mereka hanya mau malak…begitu dikasih lembaran2 kertas…Akhirnya semua beres res… sp IMB jadi…

  10. Apost says:

    Mereka yang mendemo adalah sekelompok kecil saja sebenarnya. Mayoritas warga bangsa ini tidak begitu mempersoalkan orang berbeda dan menjalankan ibadah. Induk organisasi mereka yang lebih besar diperlukan untuk memberi pengertian.

  11. LusiusTedjo Arifien says:

    mantaappp Friend …

  12. Eusebius says:

    wahai umat muslim Jawa Barat, tengok dan teladani kerukunan beragama di Manado, Sulawesi Utara, bahkan ada Bukit Kasih yang merepresentasi agama-agama di Indonesia

  13. PATRICIUS says:

    Kita ini bangsa yang berketuhanan y.m.e menurut pancasila dan uud 45. Kenapa kita tidak boleh  memuja tuhan ? Mau berdoa aja dilarang, coba kalau bikin kafe atau karaoke yang bisa menjadi tempat maksiat, mengapa ijin IMB bisa keluar ? Ingat, tuhan tidak menutup mata terhadap umatnya yang dihalangi untuk berbakti padanya . Kalau kita diperlakukan seperti itu , ajukan saja keberatan kita kepada LEMBAGA HAM INTERNATIONAL , karena ini sudah melanggar HAK PRIBADI yang TIDAK BISA DILARANG OLEH SK BUPATI, ATAU KETETAPAN MPR sekalipun . Ayo umat kristen bersatulah . Kita punya Yesus .

    Patricius 

  14. Jfri_vanron says:

    Terkadang bingung melihat perkembangan kehidupan beragama semakin ke sini..Para Pendiri Bangsa saja (Dengan UUD’45 & Pancasila.red) merangkul semua nya..
    Kapan Bangsa ini akan menjadi Bangsa yang ‘BESAR’ bila masih saja ‘KERDIL’ di dalam nya..
    Thank’s All..GbU All..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi