
Gereja Katolik Filipina mengatakan pada Senin bahwa mereka telah meminta bintang tinju dunia, Manny Pacquiao, untuk mengikuti jejak pahlawan NFL, Tim Tebow, dan menjadi ‘Duta Alkitab.’
Uskup Pablo Virgilio David, ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci Konferensi Waligereja Filipina (CBCP), mengatakan pemimpin-pemimpin Gereja telah mendekati Pacquiao untuk mengutarakan ide tersebut, namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari petinju tersebut, seperti dilansir situs Jalan Allah.
“Kami memintanya untuk bermitra dengan kami untuk mempromosikan pembacaan Alkitab di kalangan umat Katolik,” kata Uskup David. “Kami berkata padanya, ‘Anda akan menjadi bantuan besar bagi kami, saudara Manny,’ namun ia belum berjanji tentang kemitraan itu hingga saat ini.”
Ia mengatakan Pacquiao dapat mengikuti contoh dari bintang NFL kelahiran Filipina, Tebow, yang merupakan seorang nasrani yang taat, dan sering kali disebut-sebut oleh pers sebagai ‘Quarterback (kiriman) Tuhan.’
“Tim Tebow menjadi sangat populer karena mempromosikan kata-kata Tuhan,” kata uskup itu. “Beberapa pihak meminta Pacquiao untuk menjadi Tim Tebow dari Filipina.”
Tebow lahir di Manila pada 1987 dari pasangan misionaris, merupakan salah satu bintang muda American Football, setelah ia melakukan penampilan gemilang di Broncos.
Pacquiao merupakan salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah, juga seorang politisi dan telah terpilih untuk menjadi anggota majelis rendah Filipina ini.
Ia kerap menyebutkan Tuhan sebagai sumber semua kesuksesannya, dan ia selalu mengenakan rosario di lehernya sebelum dan setelah bertanding.
Namun, bintang tinju ini memiliki beberapa masalah pribadi, laporan mengenai kemampuannya memikat wanita serta kesukaannya berjudi, telah membuat tabloid-tabloid Filipina laku keras.
Pada suatu wawancara dengan stasiun televisi Filipina, ABS-CBN, bulan ini, Pacquiao mengatakan ia telah memperbaharui keyakinannya, dan menyesali semua kekeliruannya menyusul ‘pertemuan dengan Tuhan’ melalui mimpi.
Di mimpi itu, Pacquiao berkata kalau dirinya berada di hutan, di mana terdapat sinar terang, yang diyakininya merupakan Tuhan, dan menanyakan mengapa Pacquiao sudah begitu jauh dari-Nya.
“Saya bangun dalam keadaan menangis. Saya ingat saya pernah menangis saat masih anak-anak, dan ketika saya menyentuh bantalku, terasa basah,” ucapnya.
“Jika saya meninggal tahun lalu atau pada dua tahun terakhir, saya yakin bahwa diriku akan langsung masuk neraka. Kepercayaanku pada-Nya ada di sini, 100 persen, namun di balik itu, setelah berdoa, saya masih melakukan hal-hal buruk.”
Menurut ABS-CBN, Pacquiao mengatakan kalau saat ia sedang membenamkan diri dalam mempelajari Alkitab, dan menghabiskan lebih banyak waktu ketika tidak sedang berlatih, dengan istrinya, Jinkee, dan keempat anaknya.(MWP)