UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

Komnas HAM harus tuntaskan kasus berat

29/02/2012

Komnas HAM harus tuntaskan kasus berat thumbnail

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) didesak memperhatikan pelanggaran HAM berat terutama yang dilakukan aparat negara diantaranya tragedi 1965, konflik Timor Leste,  peristiwa periok 1984, Tragedi 27 Juli 1996, Tragedi Mei 1998, yang hingga kini masih terpendam.

Desakan ini terungkap dalam dialog terbuka ‘Melihat Tantangan Komnas HAM Periode 2012-2017′  di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (24/2).

Ketua panitia seleksi Komesioner Komnas HAM periode 2012-2017, Jimly Asshidigqie mengatakan tujuan dari kegiatan ini, untuk meminta pendapat publik tentang kriteria seorang calon Komnas HAM 2012-2017.

Diskusi publik ini dihadiri para korban, aktivis HAM, aktivis buruh migrant, aktivis petani, dan aktivis pluralisme.

Korban Tragedi 13 Mei 1998, Ruyati mengaku kecewa dengan kinerja Komnas HAM yang belum mampu mengusut tragedi Kemanusiaan Mei 1998. “Selama 14 tahun menanti tanpa sebuah titik terang, dari tahun ke tahun terkesan kental tragedi ini “sengaja” dilupakan,” katanya.

Ruyati berharap calon anggota Komnas HAM yang baru merupakan orang-orang pilihan yang memiliki integritas moral dan komitmen tinggi untuk penegakan HAM terutama pelanggaran HAM berat yang dilakukan aparat negara.

Secara terpisah, calon Komisioner Komnas HAM, Ignatius Sandyawan Sumardi, mengatakan Indonesia melalui lembaga negaranya belum memiliki kemauan baik menyelesaikan pelanggaran HAM yang perna dilakukan aparatnya.

Menurut aktifis kemanusiaan, yang juga mantan pastor Jesuit ini, pelanggaran HAM berat merupakan sebuah persoalan HAM yang berimpikasi sangat luas. Para korban semakin trauma dengan penegakan hukum yang lemah.

Menurutnya, Komnas HAM harus menjadikan persoalan ini sebagai fokus utama untuk mengembalikan kepercayaan seluruh rakyat pada Komnas HAM.

Ketua LSM Ciliwung Merdeka ini menegaskan penyelesaian kasus pelanggaran HAM juga dibutuhkan  kekuatan politik yang berpihak pada penyelesaian semua persoalan pelanggaran HAM. Negara mesti berani terbuka dan jujur dengan segala pelanggaran HAM yang perna dilakukannya.

“Belum ada kemauan politik yang serius untuk penyesaian pelanggaran HAM dan belum semua mekanisme hukum internasional diratifikasi. Ini pekerjaan penting bangsa ini,” tambahnya. (Chelluz Pahun)

 

 

  • Gila

    betul,berat sebelah 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  2. Seorang anak yatim-piatu berusia tiga tahun 'merayakan' Misa
  3. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  4. Inilah muatan umum dalam Kurikulum baru untuk SD, SMP, dan SMA
  5. Keuskupan agung Jakarta beri penghargaan kepada website paroki terbaik
  6. Paus Fransiskus kanonisasikan 800 martir
  7. Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
  8. Pertumbuhan umat Katolik meningkat di Asia
  9. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  10. Komnas Perempuan: 85 kasus perkosaan terjadi pada tragedi Mei 1998
  1. 105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti
  2. Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
  3. Komnas Perempuan: 85 kasus perkosaan terjadi pada tragedi Mei 1998
  4. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  5. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  6. Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
  7. Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur
  8. Akibat badai, warga Rohingya takut dievakuasi ke lokasi rawan kerusuhan
  9. Pendekatan kebudayaan disarankan untuk selesaikan masalah Papua
  10. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  1. masih relevan,tergantung siapa pembicaranya...
    Said andy purnama on 2013-05-20 08:06:00
  2. Tetapi kekejaman juga banyak yang keterlaluan, misalnya anak mengubur ibu kandun...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:32:00
  3. Dokter juga turun ke jalan... Kalau semua golongan demo, sudah jelas ada kekuran...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:21:00
  4. Saya setuju kalau Papua mau memisahkan dir dari NKRI. Itu adalah hak asasi yang ...
    Said Anianus Bai on 2013-05-15 08:56:00
  5. saya berpikir.... knpa semua ini bisa terjadi?...
    Said anto on 2013-05-15 08:38:00
  6. YA... NEGARA INI BANYAK ORANG KURANG AT BAHKAN TIDAK BIJAK......
    Said ANTO on 2013-05-15 08:10:00
  7. Imron, sebagai sorang Kristen, saya bangga dengan anda yang mempertanyakan argum...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:41:00
  8. Apa yang bisa diharapkan dari menteri seperti ini, bukannya membangun dialog, ma...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:38:00
  9. Seingat saya SBY tidak "blusukan" ke Papua, kecuali ke Meraoke dan pulangnya ngo...
    Said hadrianus wardjito on 2013-05-14 21:32:00
  10. lucu skali kamu,,tiap agama punya tata ibadahnya masing2 lah,,jadiiiii hargai um...
    Said Sintia Parsaulina Ucye Siahaan on 2013-05-14 05:59:00