UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Jumlah umat Katolik seluruh dunia meningkat

14/03/2012

Jumlah umat Katolik  seluruh dunia meningkat thumbnail

Sekretaris Negara Vatikan Tarcisio Bertone SDB dan wakil Urusan Umum Vatikan Uskup Agung Angelo Becciu, menyerahkan  “Annuario Pontificio” (Buku Tahunan Kepausan) edisi 2012, dan “Annuarium Statisticum Ecclesiae” (Buku Tahunan Statistik Gereja) kepada Paus Benediktus XVI.

Buku tahunan itu melaporkan sepanjang tahun 2011, Paus  mendirikan delapan keuskupan, sebuah Ordinariat Pribadi dan sebuah Ordinariat Militer.

Informasi statistik tahun 2010 menunjukkan rincian tentang Gereja Katolik  di 2.966 wilayah di dunia.

Jumlah umat Katolik di dunia bergerak dari 1,181 juta tahun 2009 menjadi 1,196 juta tahun 2010, meningkat 15 juta, dengan pertumbuhan 1,3 persen. Selama dua tahun terakhir jumlah umat Katolik yang dibaptis di dunia tetap stabil di kisaran 17,5 persen.

Jumlah umat Katolik sangat bervariasi di berbagai benua. Jumlah mereka telah menurun di Amerika Selatan (dari 28,54 persen menjadi 28,34 persen) dan di Eropa (dari 24,05 persen menjadi 23,83 persen), sementara wilayah lain meningkat seperti di Afrika (dari 15,15 persen menjadi 15,55 persen) dan Asia Selatan dan Asia Timur (dari 10,47 persen menjadi 10,87 persen).

Jumlah uskup dari 5.065 menjadi  5.104, meningkat sebesar 0,77 persen. Peningkatan ini mencakup Afrika ( 16 uskup baru), Amerika (15) dan Asia (12), sedangkan angka menurun sedikit di Eropa (dari 1.607 menurun 1.606) dan Oseania (dari 132 menurun 129).

Jumlah imam meningkat mulai tahun 2000. Tahun 2010 jumlah mereka mencapai 412.236, terdiri dari 227.009 imam diosesan dan 135.227 imam Religius, sedangkan tahun 2009 imam berjumlah 410.593 (275.542 imam diosesan dan 135.051 imam Religius). Jumlah klerus telah meningkat di Asia (1.695), Afrika (765), Oseania (52) dan Amerika (42), sementara jumlah menurun di Eropa (905).

Jumlah diakon tetap telah meningkat sebesar 3,7 persen, dari 38.155 tahun 2009 menjadi 39.564  tahun 2010. Di  Amerika Utara (64,3 persen) dan Eropa (33,2 persen) dari total dunia.

Jumlah Religius wanita  sedang mengalami penurunan drastis, dari 729.371 tahun 2009 menurun 721.935  tahun 2010. Di Eropa turun 2,9 persen, Oceania sebesar 2,6 persen dan Amerika sebesar 1,6 persen. Meskipun demikian jumlah mereka meningkat sekitar 2 persen di Afrika dan Asia

Jumlah mahasiswa filsafat dan teologi di seminari-seminari diosesan dan religius telah meningkat tajam selama lima tahun terakhir, dari 114.439 tahun 2005 menjadi 111.990 tahun 2010, dengan pertumbuhan 4 persen.

Jumlah mahasiswa calon imam di seminari tinggi telah menurun 10,4 persen di Eropa, dan 1,1 persen di Amerika, tapi meningkat di Afrika (14,2 persen), Asia (13 persen) dan Oseania (12,3 persen).

Sumber: Asia has fastest-growing Catholic population

  • Api_sulistyo

    “Jumlah mahasiswa filsafat dan teologi di seminari-seminari diosesan dan religius telah meningkat tajam selama lima tahun terakhir, dari 114.439 tahun 2005 menjadi 111.990 tahun 2010, dengan pertumbuhan 4 persen.”
    Meningkat kok angkanya turun ya? Mohon dijelaskan.

  • Eduard Soegiharto

    Jangan senang dan bangga dengan Peningkatan jumlah Imam, mahasiswa, maupun umat. Pihak penyelenggara yang berkuasa harus mampu mengingkatkan KWALITAS IMAN. Buktinya banyak imam-imam muda yang kurang berkwalitas dalam menggembalakan umat, mudah tergoda kemudian meninggalkan imamatnya untuk berkeluarga. Tolong ajarkan mereka kerendahan hati dan bijaksana seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus dan Paus Johanes Paulus II. Semoga para gembala mampu melakukan Pelayanan yang murah hati. Jangan maunya malah dilayani.
    Bagi Eropa, Amerika, ayo tingkatkan iman dan pelayanan kalian, jangan merasa sudah terberkati iman kalian menjadi luntur. Jangan jual Juru Selamatmu. GBU All.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dipaksa pindah agama dan bayar pajak, warga Kristen tinggalkan Mosul
  2. Mahfud: Prabowo tidak akan menang di MK
  3. Konflik Israel-Palestina bukan perang agama
  4. Capres Jokowi berkunjung ke KWI
  5. Jokowi-JK harus pilih menteri yang dukung masyarakat adat
  6. Ribuan orang turun ke jalan menentang serangan terhadap para biarawati Katolik
  7. Presiden Baru dan Krisis Lingkungan
  8. Paus menyerukan doa bagi orang Kristen yang eksodus dari Mosul
  9. Anak Indonesia butuh keteladanan
  10. Misa Syukur dipimpin uskup yang tak diakui Vatikan diprotes para seminaris
  1. Presiden Baru dan Krisis Lingkungan
  2. Presiden terpilih didesak agar tetap pegang janji terkait HAM
  3. Kelompok masyarakat sipil dukung penetapan Pilpres oleh KPU
  4. Para suster Misionaris Cinta Kasih terus bekerja di Gaza
  5. Jokowi-JK harus pilih menteri yang dukung masyarakat adat
  6. Anak Indonesia butuh keteladanan
  7. Jokowi menangi Pilpres 2014
  8. Mahfud: Prabowo tidak akan menang di MK
  9. Hari Anak Nasional, 795 anak pidana dapatkan remisi
  10. Ribuan orang turun ke jalan menentang serangan terhadap para biarawati Katolik
  1. How can the state prohibits the use of Allah word, whereas the word is universal...
    Said y3 on 2014-07-14 14:51:00
  2. Good news. I have been in South Korea and several time attended Misa in Myongdon...
    Said y3 on 2014-07-14 14:40:00
  3. Tks Romo Uskup tercinta...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:31:00
  4. very cool monsinyur...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:23:00
  5. Aku ingin komentar namun diluar topik yang seenarnya. Namun ini menggangu pikira...
    Said Yohannes on 2014-07-08 17:53:00
  6. Kira2 FPI dan Kader PDIP garang yang mana ya.....kalo FPI yg diswiping tempat2 m...
    Said Wanto on 2014-07-05 18:19:00
  7. Amin...
    Said Cahya Nugroho on 2014-07-03 16:35:00
  8. Ini versi yang lebih lengkap dari pada yang sudah-sudah saya baca di media OL la...
    Said Dwi Prass on 2014-07-02 19:46:00
  9. sistem pemimpin dunia ini sudah akan berakhir. maka semua yg terjadi memang har...
    Said jojo on 2014-06-30 15:08:00
  10. Good article...
    Said yebambang on 2014-06-27 05:05:00
UCAN India Books Online