UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Anak di bawah umur habiskan waktu bekerja di tambang

28/03/2012

Anak di bawah umur habiskan waktu bekerja di tambang thumbnail

Ricky (bukan nama sebenarnya) mulai subuh berangkat menuju sebuah tambang dengan membawa alat-alat seperti sekop dan ember.

Dia kemudian masuk ke dalam salah satu dari 200 terowongan tambang emas Warik-warik dekat desanya di Filipina selatan.

Lahir dari keluarga miskin, Ricky tidak memiliki pilihan lain selain bertahan dengan pekerjaan tersebut untuk mendapat upah 40 peso (sekitar US $ 1) per hari.

Sejak berumur 13 tahun, Ricky bekerja sebagai “abantero” (penggali), selama lebih dari tiga tahun di desa Balabag.

Dia merupakan salah satu dari 100 pekerja anak yang bekerja keras di perbukitan emas yang kaya itu, yang mempekerjakan sekitar 2.000 buruh.

“Saya ingin pergi ke sekolah, tetapi orang tua saya tidak mampu,” kata Saidin dalam bahasa lokal.

Dia mengatakan terowongan tambang dengan panjang 100 meter itu adalah lahan bermainnya. “Awalnya saya takut karena saya hampir tidak bisa bernapas. Tapi, sekarang saya sudah terbiasa,” katanya. Dia bekerja di dalam terowongan itu mulai pukul 08.00 hingga 22.00 malam.

Para penambang muda Balabag diantara 2,4 juta anak yang diperkirakan berusia dari sembilan hingga 17 tahun yang “dipekerjakan” di seluruh negeri itu, demikian data Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Senator Allan Peter Cayetano, ketua Komite Senat tentang Etika dan Hak Istimewa, telah mengungkapkan keprihatinan bahwa lebih banyak pekerja anak dibandingkan seperti yang dilaporkan, terlibat di berbagai sektor berbahaya termasuk pertambangan.

“Kita perlu lebih banyak agen pemerintah guna menyelidiki industri-industri yang mempekerjakan pekerja anak dan di tengah masyarakat dimana orang tua diketahui memaksa anak-anak mereka bekerja,” kata senator itu.

Namun, seorang operator pertambangan lokal mengatakan tidak ada anak yang bekerja di pertambangannya.

“Kami tidak mempekerjakan mereka. Mereka dibawa oleh orang tua mereka yang bekerja di perusahaan kami untuk mengangkut biji besi,” kata Julieto Munding, operator pertambangan di kota Balabag.

Dia menyalahkan pemerintah karena tidak memberitahu orang tua agar tidak mempekerjakan anak-anak mereka di pertambangan.

Sekretaris Serikat Buruh Rosalinda Baldoz mengatakan ia sudah meminta para pejabat setempat untuk menyelidiki kasus yang dilaporkan terkait pekerja anak.

“Kami menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjelaskan dan mencegah pekerja anak serta perekrutmen anak di bawah umur secara ilegal,” katanya.

Namun, bagi Ricky menggali bijih emas bukanlah pilihan, tapi sebuah kebutuhan. Dia mengatakan dia harus mencari nafkah. “Saya tahu risikonya, tapi saya tidak mempunyai pilihan selain bekerja.”

Sumber: Children labor in Philippine mines

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  2. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  3. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  4. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  5. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  6. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  7. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  8. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  9. Kekerasan terus terjadi, Gereja Papua minta negara serius lindungi warga
  10. Kemenag adakan deradikalisasi pendidikan agama
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online