Hidayat siap rangkul umat Katolik

21/05/2012

Hidayat siap rangkul umat Katolik thumbnail

Menyelesaikan persoalan sosial di Jakarta harus menggandeng banyak pihak, tanpa melihat latar agama atau suku. Banyak titik kesamaan yang bisa ditemukan dalam keberagaman.

Hal ini disampaikan cagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dalam dialog Cagub–Cawagub DKI Jakarta yang diadakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI – KAJ) di Aula Gereja Katedral, baru-baru ini.

“Terlalu banyak titik temu yang harus kita tumbuh kembangkan, yang bisa kita lakukan untuk membina kerukunan antarumat beragama,” tutur Hidayat seperti dilansir metrotvnews.com.

Mantan Ketua MPR ini mengatakan, ada banyak visi dirinya yang sejalan dengan visi umat Katolik Jakarta. Visi itu seperti keberpihakan terhadap masyarakat miskin dan lemah, kesetaraan pendidikan, kesehatan, dan juga kesetaraan ekonomi.

Hidayat berkomitmen akan selalu melibatkan umat agama apapun, termasuk Katolik untuk terlibat aktif dan positif dalam berbagai program pembangunan ibukota.

Pria yang selalu berseragam batik orange ini pun mengatakan bahwa ketika ia menjadi ketua MPR RI, orang nomor 2 di kesekjenan adalah orang beragama Katolik.

Lebih dari itu, ketika ia memimpin PKS, saat terjadi banjir besar di Jakarta, banyak gereja-gereja yang mempercayai PKS untuk menyalurkan bantuan korban bencana banjir.

“Bahkan gereja-gereja dari luar negeri sekalipun,” tambahnya Hidayat.

Foto: detik.com

 

One Comment on "Hidayat siap rangkul umat Katolik"

  1. Jenny Marisa on Tue, 22nd May 2012 11:33 am 

    Baiklah Pak Nur Hidayat, mulai saja merangkul kaum Kristen Batak yang sedang disiram urine dan air got …..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online