
Pastor Peter Clark, seorang Guru Besar Bioetika di St. Joseph University di Philadelphia, Amerika Serikat (AS), yakin bahwa umat Katolik memiliki kewajiban moral untuk memelihara kesehatan mereka.
“Umat Katolik memiliki hak untuk menjaga kesehatan, dan karena itu (kita) memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan kita,” kata imam itu dalam wawancara melalui telepon dengan Catholic News Service, sebuah media yang berbasis di AS.
Suatu saat tingkat obesitas di kalangan orang AS akan meningkat. “Obesitas adalah sebuah masalah baik kesucian hidup maupun masalah keadilan,” katanya.
Sebuah studi Gallup belum lama ini menemukan bahwa orang AS lebih cenderung dengan berat badan tidak sehat daripada berat badan normal, dan 26 persen orang AS dianggap obesitas.
Tren itu mempengaruhi tidak hanya biaya perawatan kesehatan, tetapi kesejahteraan pribadi. Tidak ada solusi yang sederhana. Untuk itu Pastor Clark menawarkan pendekatan spiritual.
Tom Hafer, seorang pelayan relawan AS, terapis fisik dan penulis “Iman dan Kebugaran,” menggunakan ajaran ekumenis untuk menggabungkan spiritualitas dengan gaya hidup kesehatan.
Baginya, doa sama pentingnya dengan olahraga dan makanan yang tepat saat menurunkan berat badan. “Doa, atau pemahaman yang lebih dalam hubungan kita dengan Pencipta kita diperlukan,” kata Hafer kepada media yang sama.
“Kita semua membutuhkan kesehatan berkelanjutan dan mempertahankan kesehatan karena hal itu adalah anugerah dari Pencipta kita,” katanya.
Olahraga dapat menjadi sebuah pengalaman meditatif, demikian Hafer. Dia menyarankan membaca mazmur atau berdoa sebelum berlari untuk saling melengkapi. Karena hidup dan kesejahteraan adalah anugerah Tuhan.
“Latihan yang serius merupakan ungkapan rasa terima kasih dan syukur,” katanya.
Hafer menggambarkan pekerjaannya sebagai gaya hidup, bukan sebuah program, karena pekerjaannya tidak selalu terkait penurunan berat badan, tapi untuk “mengembalikan orang kepada kehidupan sejati.”
Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur