UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

Petani jahit mulut diserang orang tak dikenal

27/06/2012

Petani jahit mulut diserang orang tak dikenal thumbnail

Rio Situmorang, 30, (kanan), Risben Situmorang,19, (tengah) dan Poston Situmorang, 20, (kiri), menjahit mulut mereka di depan kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara

 

Kembali, tenda para petani yang melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPRD Sumatera Utara diserang orang tak dikenal (OTK).

Kali ini penyerangan terjadi sekitar pukul 02.20 WIB, Selasa (26/6/2012), saat para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri Kabupaten Padang lawas (Palas) sedang tertidur lelap. Para pelaku naik sebuah mobil pick up dan berboncengan enam sepeda motor.

Mereka menghancurkan tenda-tenda yang didirikan para petani dengan menggunakan kayu. Aksi ini sempat mendapat perlawanan dari para petani dan aktivis pendamping yang melempari “tamu tak diundang” tersebut dengan batu sehingga mereka mundur lalu kabur. Akibat Kejadian ini sekitar 20-an petani dan aktivis pendamping luka-luka.

Para petani itu bertahan di depan Gedung DPRD Sumatera Utara sejak Rabu (7/6/2012), demikian lapor kompas.com.

Aksi ini mereka lakukan untuk menentang apa yang mereka sebut sebagai penyerobotan, perusakan lahan, dan kriminalisasi petani yang dilakukan PT SRL dan PT SSL di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas.

Muhrizal Syahputra, Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) Sumatera Utara mengecam keras kejadian itu. Dia mendesak Kapolda Sumut segera menegakkan hukum dengan mengusut dan menangkap pelaku penyerangan tersebut.

“Saya mengindikasikan bahwa penyerangan ini dilakukan sekelompok preman dan aktor intelektual. Ini sudah dua kali terjadi. Kapolda harus segera mengambil sikap,” tegas Rizal.

Sementara, Irfan Fadila Mawi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengatakan, sebelumnya ada tekanan dari seorang anggota DPRD Sumatera Utara agar para petani menghentikan aksinya.

“Jika petani tidak menghentikan aksinya, dianggap tidak menghargai DPRD dan kalau para petani tetap bertahan maka tuntutan mereka tidak akan selesai. Namun petani memilih bertahan,” ucapnya.

Penyerangan oleh OTK sebelumnya juga terjadi pada Jumat (22/6/2012), sekitar pukul 02.30 WIB. OTK mengancam agar peserta aksi yang bertahan dibubarkan dan jangan berada di areal gedung dewan dengan alasan malu pada para tamu yang datang.

Diperkirakan lebih dari 10 orang OTK menggunakan mobil Avanza warna perak dengan nomor polisi BB 645 B dan warna hitam yang belum terdeteksi nomor polisinya. Dalam aksinya, mereka menggunakan senjata tajam berupa kelewang sembari mengancam kepada peserta aksi.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ifdal Kasim, Senin (25/6/2012), mengatakan, kondisi para petani yang melakukan aksi jahit mulut sangat menyedihkan. Pihak eksekutif dan legislatif harus segera mengajak para petani berdiskusi demi mencari penyelesaian konflik.

“Ini keadaan yang menyedihkan. Gubernur harus terbuka nuraninya untuk menjawab masalah ini, dan merespons cepat aksi tanpa pandang bulu. Harus ada jawaban, jangan dibiarkan rakyat begini,” kata Ifdal.

Foto: kompas.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Korban kriminalisasi perkebunan sawit lapor Komnas HAM
  2. Beatifikasi Matteo Ricci tergantung pada hubungan Vatikan-Cina
  3. Pertumbuhan umat Katolik meningkat di Asia
  4. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  5. Filipina dan Arab Saudi tandatangani kesepakatan tenaga kerja
  6. Warga Filipina di Taiwan dilarang mengadakan prosesi Salib
  7. Deplu AS rilis laporan HAM di Indonesia
  8. Kurikulum 2013: Pelajaran Agama ditambah jadi empat jam
  9. Proses beatifikasi Ricci ditangani Vatikan
  10. Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
  1. Caleg Katolik jangan tenggelam dalam arus politik tidak sehat
  2. Syafii Maarif: Saya ikut protesnya Romo Magnis
  3. Filipina dan Arab Saudi tandatangani kesepakatan tenaga kerja
  4. Beatifikasi Matteo Ricci tergantung pada hubungan Vatikan-Cina
  5. Korban kriminalisasi perkebunan sawit lapor Komnas HAM
  6. Indonesia hadapi ancaman besar kependudukan
  7. Paus Fransiskus pernah tertidur saat berdoa
  8. Warga Filipina di Taiwan minta maaf atas penembakan nelayan
  9. 105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti
  10. Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
  1. Sebagai pembanding katedral di Kuala Lumpur (St John), dan Georgetown (The assum...
    Said Hendra Tanumihardja on 2013-05-20 18:00:00
  2. masih relevan,tergantung siapa pembicaranya...
    Said andy purnama on 2013-05-20 08:06:00
  3. Tetapi kekejaman juga banyak yang keterlaluan, misalnya anak mengubur ibu kandun...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:32:00
  4. Dokter juga turun ke jalan... Kalau semua golongan demo, sudah jelas ada kekuran...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:21:00
  5. Saya setuju kalau Papua mau memisahkan dir dari NKRI. Itu adalah hak asasi yang ...
    Said Anianus Bai on 2013-05-15 08:56:00
  6. saya berpikir.... knpa semua ini bisa terjadi?...
    Said anto on 2013-05-15 08:38:00
  7. YA... NEGARA INI BANYAK ORANG KURANG AT BAHKAN TIDAK BIJAK......
    Said ANTO on 2013-05-15 08:10:00
  8. Imron, sebagai sorang Kristen, saya bangga dengan anda yang mempertanyakan argum...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:41:00
  9. Apa yang bisa diharapkan dari menteri seperti ini, bukannya membangun dialog, ma...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:38:00
  10. Seingat saya SBY tidak "blusukan" ke Papua, kecuali ke Meraoke dan pulangnya ngo...
    Said hadrianus wardjito on 2013-05-14 21:32:00