Ironi, sekolah kumuh masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar

28/06/2012

Ironi, sekolah kumuh masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar thumbnail

 

Kondisi bangunan sekolah kumuh dan mirip kadang ternak ini ternyata masih bisa ditemukan bukan hanya di pedalaman, tapi juga di kota sepert SDN Kota Baru di Perumahan BTN, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Ironisnya, jarak sekolah kumuh ini hanya 100 meter dari bangunan mewah gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU senilai Rp 19 miliar.

Bentuk bangunan sekolah ini beratapkan alang-alang yang sudah bolong di sana-sini. Dindingnya hanya berupa pelepah bebak gewang.

Parahnya lagi, gedung ini pun nyaris roboh sehingga dinilai mengancam keselamatan murid dan guru.

Sekolah yang dibangun sejak 2007 ini dulunya hanya memiliki empat ruang kelas darurat. Tetapi pada 2011 lalu telah dibangun empat ruang kelas dan dua perpustakaan permanen.

Namun, kenyataannya itu belum juga cukup untuk menampung seluruh siswa yang jumlah keseluruhan mencapai 105 orang.

Dari empat ruang kelas yang sudah dibangun permanen, hanya dua ruang sudah kelar diisi oleh murid kelas V sampai VI. Kemudian empat ruangan darurat yang menyerupai kandang dan masih berlantai tanah di situ ditempati oleh murid-murid kelas I sampai IV. Sementara ruang kantor dan guru menempati gedung perpustakaan yang ditata tidak dengan baik, sehingga saling berhimpitan dengan buku-buku.

Kepala Sekolah SDN Kota Baru Urbanus Taus mengaku, meskipun kondisi bangunan sekolahnya memang mirip kandang ternak, semangat anak-anak untuk sekolah tidak pernah luntur.

Para siswa kelas I-IV masih menggunakan gubuk mirip kandang ini untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sehari-hari.

“Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk bisa menambah lagi jumlah ruangan kelas sehingga ke depan proses KBM jangan lagi terhambat, karena apabila musim hujan kami sangat kewalahan,” kata Taus, Kamis (28/6/2012), seperti dilansir kompas.com.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Timor Tengah Utara, Vinsen Saba, mengatakan SDN Kota Baru sendiri sudah masuk dalam daftar sekolah yang akan mendapatkan bantuan ruang kelas baru tahun ini.

Foto: kompas.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online