UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

Pemerintah abaikan petani dalam konflik lahan

29/06/2012

Pemerintah abaikan petani dalam konflik lahan thumbnail

 

Pemerintah seringkali mengorbankan hak petani dalam sejumlah konflik perebutan lahan dengan perusahan-perusahan perkebunan, demikian kata Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nurcholis, kemarin.

“Petani yang berusaha mempertahankan tanah dari ekspansi perusahan seringkali dikriminalisasi dan dihadapi dengan aksi represif oleh aparat pemerintah atau polisi”, tegas Nurcholis.

Dalam konflik-konflik lahan, menurutnya, sikap negara melalui aparat keamanan hampir sama. “Keras terhadap petani. Sementara berhadapan dengan perusahan-perusahan perkebunan, mereka lemah. Akibatnya, hanya petani yang ditindak tegas”, jelasnya, sambil menambahkan, bila mau bertindak adil, pemerintah juga harus mampu menindak perusahan-perusahan yang dalam banyak kasus terbukti menyerobot lahan warga.

Eskalasi konflik perebutan lahan di Indonesia terus meningkat dan menurut catatan Lembaga Advokasi Masyarakat (ELSAM), dari Januari-April tahun ini terdapat 30 kasus yang terkonsentrasi di tiga pulau besar, yakni Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pada 2 Februari misalnya, seperti dilaporkan oleh  The Asian Human Rights Commission (AHRC), polisi menembak petani di Rokan Hulu, Provinsi Riau saat para petani melakukan aksi damai melawan perusahan perkebunan kelapa sawit PT Mazuma Agro Indonesia (PT MAI) yang menyerobot lahan mereka. Akibat penembakan tersebut, 5 petani luka-luka dan 5 lagi ditahan.

Sebelumnya, masih menurut laporan AHRC, pada 10 November 2011, terjadi kasus penembakan petani di kampung Mesuji, Provinsi Bandar Lampung akibat konflik perebutan lahan dengan dua perusahan kelapa sawit. Penembakan ini menewaskan Jailani, pria 50 tahun dan 8 lainnya luka-luka.

Sampai hari ini, sekelompok petani asal Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara masih menduduki Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara dan melakukan mogok makan serta aksi jahit mulut menuntut penyelesaian konflik lahan mereka yang diserobot dua perusahan kertas, PT Sumatera Riang Lestari dan PT Sumatera Silva Lestari.

Indriaswati Dyah Saptaningrum, Ketua ELSAM, menegaskan, maraknya konflik perebutan lahan di Indonesia terjadi akibat lemahnya hukum yang mengatur hak kepemilikan petani atas tanah.

Ia menjelaskan, hukum belum sepenuhnya berpihak pada penghargaan hak-hak masyarakat adat.

”Banyak tanah masyarakat yang  tidak bersertifikat hukum yang kemudian diklaim sebagai milik negara. Lalu tanah tersebut diberikan kepada perusahan perkebunan dengan izin guna usaha dan masyarakat yang sudah puluhan tahun menetap di situ pun kemudian digusur”, tegasnya

Ia pun mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait hukum agraria yang mengatur tanah-tanah ulayat milik warga tetapi belum memiliki sertifikat.

Menurutnya, dalam banyak kasus selama ini pemerintah cenderung mengorbankan hak rakyat, dengan cara mengambil alih lahan dan menyerahkannya kepada perusahan-perusahan perkebunan.

“Tanpa itu, konflik lahan akan terus bertambah. Dan pelanggaran HAM pun meningkat”, jelasnya.

Sebagian besar masyarakat Indonesia bertumpu kehidupannya pada pertanian. Data Kementerian Pertanian, pada 2011, sektor pertanian menyerap 33,51% atau 39,33 juta orang tenaga kerja.

Oleh sebab itu masalah tanah yang merupakan obyek dan sumber kehidupan menjadi sumber konflik.

“Seharusnya negara aktif menjalankan amanah Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dalam hal menguasai sumber kekayaan alam yang terkandung di bawahnya untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”, tegas Indraswasi.

Sementara itu, menanggapi sejumlah peristiwa kekerasan yang melibatkan polisi dalam konflik lahan, Kombes Pol. Tavip Yulianto dari Kabagmitra Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia memang mengakui adanya anggota polisi yang melanggar aturan, misalnya lewat penembakan yang dilakukan tanpa melalui prosedur. Karena itu, ia meminta kontrol masyarakat.

“Bila mendapati polisi melakukan penembakan, masyarakat bisa mengambil jalur hukum”, tegasnya.

Namun ia menampik kesan, bila polisi adalah kaki tangan perusahan perkebunan sehingga terekesan melindungi kepentingan perusahan.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Freeport digugat menyusul terjadinya kecelakaan kerja
  2. Caleg Katolik jangan tenggelam dalam arus politik tidak sehat
  3. HRWG: Bila tetap menerima 'Statesman Award', SBY menipu diri sendiri
  4. Bernada SARA, Komnas HAM kecam pernyataan Dipo Alam
  5. ‘Statesman Award’ untuk Presiden SBY: Bulan di atas kuburan
  6. Paus Fransiskus pernah tertidur saat berdoa
  7. Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
  8. Vatikan tolak klaim bahwa Paus melakukan upacara pengusiran setan
  9. Presiden SBY abaikan seruan agamawan
  10. 105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti
  1. Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
  2. Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi
  3. Vatikan berikan sinyal Paus Fransiskus akan kunjungi Manila
  4. Presiden SBY abaikan seruan agamawan
  5. Bernada SARA, Komnas HAM kecam pernyataan Dipo Alam
  6. Negara-negara Asia dapat kecaman keras terkait pelanggaran HAM
  7. Uskup Agung Semarang keberatan fotonya digunakan dalam kampanye Cagub
  8. Paus Fransiskus mohon doa untuk Cina
  9. HRWG: Bila tetap menerima ‘Statesman Award’, SBY menipu diri sendiri
  10. Uskup Vietnam dan VIP desak bebaskan para aktivis
  1. Diantaranya efek krn penikmat poligami dan kawin siri...
    Said Hendra Tanumihardja on 2013-05-22 11:21:00
  2. gampang jangan banyak pikir nanti stress he.he.he...., Yang pasti ini memang Tuh...
    Said yanto saputrayo on 2013-05-22 07:45:00
  3. KUMAN DISEBERANG LAUTAN NAMPAK,GAJAH DIPELUPUK MATA TIDAK NAMPAK..HAI AMNESTY IN...
    Said andy purnama on 2013-05-22 07:41:00
  4. DULU DI JAMAN ORBA,PROGRAM KB DINYATAKAN SUKSES TUH...KENAPA SEKARANG DI JAMAN R...
    Said andy purnama on 2013-05-22 07:39:00
  5. Semua lahan di KALIMANTAN mau dialih fungsikan menjadi LAHAN SAWIT yang notabene...
    Said andy purnama on 2013-05-22 07:36:00
  6. coba anda telaah pertanyaan Chill baik2, kenapa dilarang? knp membuat resah? ter...
    Said aneh on 2013-05-21 09:31:00
  7. JELEK ATAU BURUK LEBIH BAIK MASIH PERLU DIADAKAN PELAJARAN BUDI PEKERTI DI SEKOL...
    Said andy purnama on 2013-05-21 07:00:00
  8. Apakah AFC berubah sedang membangun politik baru?...
    Said N. Manurung on 2013-05-21 06:56:00
  9. Pertumbuhan kuantitas yang tidak diikuti dengan pertumbuhan kualitas iman tidak ...
    Said Luciano Lin on 2013-05-20 20:17:00
  10. Berita ucan news , harus diikuti dengan pemeriksaan yang adil , jangan semakin m...
    Said Luciano Lin on 2013-05-20 20:10:00