UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

UNICEF: 37 persen anak kerdil, Indonesia kehilangan 62 triliun rupiah

05/07/2012

UNICEF: 37 persen anak kerdil, Indonesia kehilangan 62 triliun rupiah thumbnail

 

Data Badan PBB untuk Anak UNICEF menyebutkan sekitar 37 persen anak Indonesia berusia 0-5 tahun (balita) menderita kekerdilan (stunting). Sementara itu untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi ratusan bidan menerima ponsel gratis.

Juru Bicara UNICEF Iwan Hasan mengatakan hal itu disebabkan kurangnya asupan gizi yang diterima anak. Selain pendek, berat badan anak Indonesia saat dilahirkan juga masih mayoritas di bawah 2,5 kilogram.

“Pendek akibat kurang gizi. Pertumbuhan fisiknya tidak hanya berat, tapi juga tinggi. Bahkan pengukuran dengan tinggi ini lebih sensitif, dan lebih benar dalam mengukur status gizi anak. Kalau si anak diberi ASI eksklusif 6 bulan dilanjutkan dengan MP ASI, ASI-nya sampai 2 tahun, itu bisa meningkatkan status gizi anak,” ujar Iwan seperti dilansir kbr68h.com.

Iwan menambahkan anak yang menderita kekerdilan mempunyai rata-rata IQ 11 point lebih rendah daripada anak normal. Hal itu juga akan berdampak pada pendapatan anak di masa depan yang berujung berkurangnya pendapatan negara.

Menurutnya, banyaknya penderita stunting membuat Indonesia kehilangan pendapatan sekitar Rp 62 triliun per tahun.

Sementara itu, ratusan bidan menerima ponsel gratis dengan tujuan  untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

“Sebanyak 202 bidan di Indonesia menerima handphone  gratis untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Program ini inisiasi dari Badan PBB,” kata Iwan.

Melalui HP, kata Iwan, para bidan akan menerima informasi kesehatan melalui layanan pesan singkat (SMS).

Iwan berharap, adanya informasi itu dapat meningkatkan pengetahuan bidan dalam melayani pasiennya.

“Tablet FE zat besi itu didapat dari Bidan. Lombok Barat itu kepatuhan mengkonsumsi tablet FE itu cuman 18 persen. Nah itu kan Bidan yang harus ngasi tau ke pasien. Bu ini diminium semuanya atau paling tidak 90 tablet selama kehamilan. Makanya kita kasi SMS, karena kan nanti begitu bunyinya, tolong ingatkan pasien, tolong diskusikan dengan pasien,” katanya.

Iwan menambahkan, Kabupaten Pamelang, Jawa Timur dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menjadi program percontohan. Karena kedua kabupaten itu penyumbang angka kematian ibu dan anak terbesar di masing-masing provinsinya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  2. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  3. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  4. Seorang anak yatim-piatu berusia tiga tahun 'merayakan' Misa
  5. Inilah muatan umum dalam Kurikulum baru untuk SD, SMP, dan SMA
  6. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  7. Keuskupan agung Jakarta beri penghargaan kepada website paroki terbaik
  8. Paus Fransiskus kanonisasikan 800 martir
  9. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  10. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  1. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  2. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  3. Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
  4. Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur
  5. Akibat badai, warga Rohingya takut dievakuasi ke lokasi rawan kerusuhan
  6. Pendekatan kebudayaan disarankan untuk selesaikan masalah Papua
  7. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  8. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  9. Warga Filipina di Taiwan dilarang mengadakan prosesi Salib
  10. Proses beatifikasi Ricci ditangani Vatikan
  1. Tetapi kekejaman juga banyak yang keterlaluan, misalnya anak mengubur ibu kandun...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:32:00
  2. Dokter juga turun ke jalan... Kalau semua golongan demo, sudah jelas ada kekuran...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:21:00
  3. Saya setuju kalau Papua mau memisahkan dir dari NKRI. Itu adalah hak asasi yang ...
    Said Anianus Bai on 2013-05-15 08:56:00
  4. saya berpikir.... knpa semua ini bisa terjadi?...
    Said anto on 2013-05-15 08:38:00
  5. YA... NEGARA INI BANYAK ORANG KURANG AT BAHKAN TIDAK BIJAK......
    Said ANTO on 2013-05-15 08:10:00
  6. Imron, sebagai sorang Kristen, saya bangga dengan anda yang mempertanyakan argum...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:41:00
  7. Apa yang bisa diharapkan dari menteri seperti ini, bukannya membangun dialog, ma...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:38:00
  8. Seingat saya SBY tidak "blusukan" ke Papua, kecuali ke Meraoke dan pulangnya ngo...
    Said hadrianus wardjito on 2013-05-14 21:32:00
  9. lucu skali kamu,,tiap agama punya tata ibadahnya masing2 lah,,jadiiiii hargai um...
    Said Sintia Parsaulina Ucye Siahaan on 2013-05-14 05:59:00
  10. sebagai muslim gue malu ama prilaku ini menteri agama yang rasialis ini. orang m...
    Said imron on 2013-05-13 07:25:00