
Para pelajar dan pasukan militer bergabung bersama dalam melakukan pembersihan secara besar-besaran, sebagai bagian dari Bulan Pengendalian Demam Berdarah (DB) Nasional.
Dalam kampanye untuk memberantas virus DB, para siswa tersebut ditugaskan ke tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.
Lebih dari 9.000 sekolah terlibat dalam kegiatan itu, dengan membersihkan tempat-tempat dimana nyamuk biasanya bersarang, baik di sekolah mereka sendiri sekolah maupun di tempat umum.
“Para siswa itu membersihkan setiap tumpukan sampah dan saluran air yang mampet,” kata Jacintha Wickramsinghe, seorang guru di St. Lawrence Convent School di Kolombo, “dan kami akan melanjutkan operasi pembersihan setiap hari.”
Lebih dari 10.000 perwira militer telah bergabung bersama mereka dalam upaya mereka mengeringkan air di kolam besar.
Nalini Subasinghe, seorang pekerja sosial di Kolombo, menambahkan bahwa peningkatan kesadaran juga merupakan bagian penting dari kampanye.
“Kami menggunakan poster dan brosur untuk menginformasikan kepada masyarakat di seluruh negeri ini,” katanya.
Dia memiliki motivasi kuat untuk terlibat dalam proyek itu. “Gadis tetanggaku berusia 11 tahun meninggal pekan lalu akibat sakit demam berdarah,” katanya.
“Dia adalah seorang siswi yang pintar, tapi sekarang gadis kecil itu telah meninggal dan orangtuanya telah kehilangan anak tunggal mereka.”
Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit itu, yang telah berkembang pesat di seluruh dunia sejak 1960-an.
Data pemerintah Sri Lanka menunjukkan bahwa, dari 15.500 orang yang terinfeksi demam berdarah dalam lima bulan pertama tahun ini, 75 kasus ditemukan dan kebanyakan adalah anak-anak.
Pemerintah sendiri telah memberikan kontribusi terhadap upaya dengan memperkuat Undang-Undang Pemberantasan Nyamuk.
“Orang yang mengabaikan UU tersebut akan dikenakan denda mulai dari 1.000 sampai 5.000 rupee,” kata Menteri Kesehatan, Maithripala Sirisena. “Pelanggar juga bisa menghadapi hukuman penjara hingga enam bulan.”
WHO mengklasifikasikan Sri Lanka sebagai sebuah negara dalam “kategori” demam berdarah, yang mana menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan penyebab utama rawat inap dan kematian di antara anak-anak.
Tiga negara Asia Tenggara lainnya termasuk kategori ini: Thailand, Indonesia, dan Timor-Leste.
Sumber: Schoolchildren, troops join battle against dengue fever
‘Statesman Award’ untuk Presiden SBY: Bulan di atas kuburan
Vatikan tolak klaim bahwa Paus melakukan upacara pengusiran setan
Era reformasi, intoleransi meningkat