UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Imigran gelap banjiri Indonesia

09/07/2012

Imigran gelap banjiri Indonesia thumbnail

 

Eksternal Relation UNHCR Indonesia Mitra Salima Suryono memaparkan data jumlah imigran gelap yang berada di Indonesia terus meningkat dan kini telah mencapai 5.732 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 4.552 adalah pengungsi dan pencari suaka. Kemudian sebanyak 20 persen di antaranya kini tersebar di 13 rumah detensi (rundenim) di Indonesia.

“Jumlah total imigran gelap sebanyak 5.732. Dari tahun ke tahun, jumlah imigran gelap yang masuk ke Indonesia cenderung meningkat. Tapi, jumlah itu masih tetap yang terkecil di antara negara-negara Asia,” kata Mitra di Kuta, Bali, belum lama ini seperti dilansir metrotvnews.com.

Jika mengacu pada data, tahun 2008 imigran gelap yang datang ke Indonesia hanya 389 orang saja. Satu tahun kemudian, tepatnya tahun 2009, jumlahnya melonjak drastis menjadi 3.230 orang atau naik lebih dari 800 persen.

Setelah itu tahun 2010, jumlah imigran gelap kembali naik meski tak signifikan menjadi 3.905 orang. Dan tahun 2011 jumlahnya kembali naik drastis sebanyak 4.052 orang.

Sedangkan pencari suaka terbesar ditempati Afghanistan yang berjumlah 59 persen, disusul Iran 9 persen, Pakistan 6 persen, sisanya Irak, Myanmar, Sri Lanka, dan Somalia.

Mitra memastikan sudah tak ada lagi warga negara Timor Leste yang menjadi pengungsi di Indonesia. Sebabnya, antara Pemerintah Indonesia dan Timor Leste telah menyelesaikan persoalan tersebut.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  7. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  8. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  9. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online