
Dalam kunjungan dua hari di Indonesia Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel melakukan pertemuan dengan perwakilan pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Gereja Immanuel, Jakarta, Selasa siang.
Merkel tiba di Gereja Immanuel dengan disambut nyanyian berjudul “Pujilah Tuhan Sang Raja” yang dibawakan oleh Paduan Suara Immanuel.
“Saya senang bisa berada di sini dengan disambut nyanyian yang saya kenal. Saya juga akan bertukar pikiran dengan perwakilan jemaat Gereja,” kata Merkel setibanya di Gereja Immanuel, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom mengatakan sejumlah pengurus PGI akan melakukan pembicaraan dengan Kanselir Merkel mengenai permasalahan gereja, salah satunya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Sejumlah pengurus PGI yang bertemu Merkel adalah Ketua Umum PGI Pendeta Andreas A. Yewangoe, Ketua Umum Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Pendeta Manuhutu dan Sekretaris Umum GPIB Pendeta Adrian Pitoy.
Kunjungan Merkel ke Indonesia itu merupakan yang pertama kalinya sejak dia menjabat sebagai Kanselir Jerman tahun 2005.
Usai dari Gereja Immanuel, Merkel mengunjungi Masjid Istiqlal, sebuah masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kunjungannya ke Masjid Istiqlal Merkel didampingi oleh Imam Rawatib Masjid Istiqlal H Ahmad Husni Ismail, dan Ketua Badan Pelaksana pengelola Masjid Istiqlal, H Mubarak.
Kesempatan ini merupakan kunjungan balasan terhadap lawatan Presiden RI ke Jerman tahun 2009.
Kanselir Merkel juga berenca mengadakan pertemuan dengan pebisnis, jurnalis dan aktivis HAM.
Momentum kedatangan Kanselir Merkel ke Indonesia akan dimanfaatkan untuk mendorong investasi Jerman di Indonesia yang saat ini berada di peringkat 14.
Setelah itu, dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa sore, pukul 15.00 WIB.
Merkel juga akan mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) dan bertemu dengan Ketua MK Mahfud MD untuk membicarakan masalah tentang penegakan hukum, demokrasi dan peran MK.
Sumber: antaranews.com
Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
Ketua PGI: Kita terlalu bereforia dengan reformasi
Vatikan berikan sinyal Paus Fransiskus akan kunjungi Manila