
Para pejabat pemerintah berjanji membangun tembok penahan untuk sebuah gereja di Nuwakot, sebuah daerah terpencil, setelah kelompok hak Kristen melaporkan masalah tersebut yang menjadi perhatian media kemarin.
Sebuah proyek perluasan jalan telah membuat gereja itu terancam roboh, sedangkan tanggul di kedua sisinya telah diperkuat, kata para pendukung.
“Setiap kecurigaan bahwa kami tidak membangun tembok di sana karena sebuah gereja berada di pinggir jalan, yang sebenarnya tidak layak,” kata Deepak Shrestha, kepala Departemen Pekerjaan Umum di daerah tersebut. “Namun, kami berencana untuk membangun tembok penahan nanti.”
Janji Shrestha muncul setelah belasan para aktivis dari kelompok hak Kebebasan untuk Semua dan Federasi Kristen Nepal mengadakan perjalanan 90 km dari Kathmandu untuk mendukung gereja Protestan itu.
“Beberapa warga setempat mengatakan bahwa orang Kristen cukup banyak yang kaya bahkan mereka bisa membangun tembok emas dan pemerintah bisa membangun hal lain,” kata Govinda Khadga, pendeta gereja itu.
Gereja itu membeli tanah seluas 25.000 meter persegi dengan harga 2,5 juta rupee (US $ 28.000) tahun 2010.
Pendeta Chari Gahatraj, sekretaris Federasi Kristen, mengatakan kelompoknya akan mencari kompensasi dari pemerintah jika gedung, yang masih dalam proses pembangunan, mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Pendeta Gahatraj juga mengatakan orang Kristen harus memperbaiki hubungan dengan media dan pemerintah sehingga “orang Kristen tidak akan diperlakukan sebagai warga kelas dua lagi di Nepal.”
Dia mengatakan polisi di Kathmandu telah mulai membantu lebih banyak orang Kristen dan baru-baru menangkap dua orang yang dituduh mengancam dan mencoba untuk memeras para pendeta di kota itu.
Umat Kristiani berjumlah kurang dari 1 persen dari total penduduk Nepal, yang merupakan 80 persen beragama Hindu dan 10 persen beragama Buddha.
Tahun 2006 pemerintah Nepal telah berjanji untuk menjadi sebuah negara sekuler dari sebelumnya negara monarki.
Uskup Agung Semarang keberatan fotonya digunakan dalam kampanye Cagub
Paus Fransiskus mohon doa untuk Cina
HRWG: Bila tetap menerima 'Statesman Award', SBY menipu diri sendiri