
Calon Ketua Umum Pemuda Katolik berikutnya harus memiliki komitmen untuk bersih dan mampu menciptakan keutuhan di internal.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Katolik, Natalis Situmorang, yang akan segera meletakkan jabatannya setelah memimpin selama dua periode berturut-turut.
“Saya sudah dua periode jadi sudah tidak mungkin lagi untuk melanjutkan dan itu tidak ada celah. Dan saya sudah siapkan banyak orang kader-kader yang mampu untuk melanjutkan apa yang saya sudah mulai,” kata Natalis kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (30/7/2012), usai pembukaan Kongres Nasional Pemuda Katolik di Function Hall Hotel Kapuas Palace.
Pemimpin Pemuda Katolik selanjutnya, lanjut Natalis, tinggal melanjutkan apa yang sudah menjadi dasar-dasarnya sejak kepengurusan senior-senior terdahulu.
Dia mengakui selama kepemimpinannya tidak ada hal yang baru dikarenakan melanjutkan yang sudah ada banyak tantangan.
“Hal baru memang tidak, sebab melanjutkan yang ada saja bukan main susahnya. Cuman adalah butuh lebih serius, mengurus organisasi itu tidak cukup hanya pikiran, tapi juga hati untuk melakukan sesuatu seperti yang saya berikan selama enam tahun ini,” ungkapnya.
Permasalahan yang paling kongkret saat ini di dalam Pemuda Katolik adalah banyak kader menumpuk karena proses kaderisasi berhenti dan yang terjadi ketika sudah mencapai puncak melakukan cakar-cakaran.
Saat ini Pemuda Katolik telah berusia 67 tahun, yang didirikan tahun 1945, dengan jumlah anggota sekitar 680.000 orang, yang tersebar di seluruh 33 propinsi Indonesia.
Foto: dokumen Pemuda Katolik
Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
Ketua PGI: Kita terlalu bereforia dengan reformasi
Vatikan berikan sinyal Paus Fransiskus akan kunjungi Manila