UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Mahasiswa Muslim lebih memilih universitas Katolik

04/09/2012

Mahasiswa Muslim lebih memilih universitas Katolik thumbnail

 

Setibanya dari Kuwait untuk menghadiri kuliah di Amerika Serikat, Mai Alhamad bertanya-tanya apakah orang Amerika akan menerima seorang Muslim, khususnya yang berjilbab.

Di universitas-universitas sekuler, dengan jumlah mahasiswa yang banyak ia mungkin lebih memilih universitas berbasis agama, setidaknya teori. Tapi, ia memilih salah satu universitas yang mengakomodasi statusnya sebagai anggota dari agama minoritas. Dia mendaftarkan diri di Universitas Dayton, sebuah universitas Katolik Roma, dan dia mengatakan universitas itu adalah sesuai dengan keinginannya.

“Di universitas ini, orang-orang lebih religius, meskipun mereka bukan Muslim, dan saya nyaman dengan itu,” kata Alhamad, seorang mahasiswa teknik sipil, termasuk sejumlah wanita Muslim lain juga setuju.

Ia mengatakan, “Saya lebih nyaman berbicara dengan seorang Kristen ketimbang seorang Atheis.”

Satu dekade lalu, Universitas Dayton, yang memiliki 11.000 mahasiswa sarjana dan pascasarjana, memiliki hanya 12 mahasiswa dari negara-negara mayoritas Muslim, semuanya laki-laki, kata Amy Anderson, direktur Program Hubungan Internasional dari universitas itu. Tahun lalu, katanya, ada 78 mahasiswa Muslim, dan sekitar sepertiga dari mereka adalah perempuan.

Para mahasiswa dari dunia Muslim yang belajar di perguruan tinggi dan universitas Amerika Serikat telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dan perempuan, meskipun masih kalah jauh dengan jumlah pria, jumlahnya terus meningkat.

Tidak ada angka definitif, tetapi sejumlah wawancara dengan mahasiswa dan para staf di lembaga-lembaga Katolik menunjukkan tingkat pertumbuhan mahasiswa Muslim lebih cepat di sana, pada umumnya dua kali lipat selama dekade terakhir, dan jumlah wanita Muslim tiga kali lipat atau lebih.

Di sekolah-sekolah itu, para mahasiswa Muslim, dari Amerika Serikat ataupun di luar negeri, mengatakan mereka lebih memilih universitas di mana pembicaraan tentang keyakinan agama dan kepatuhan terhadap agama diterima dan bahkan didorong, secara sosial dan akademis.

“Faktanya, saya suka bahwa ada orang beragama, meskipun mereka tidak seagama dengan saya, dan saya merasa agama saya dihormati,” kata Maha Haroon, calon sarjana di Creighton University di Omaha, yang lahir di Pakistan dan dibesarkan di Amerika Serikat.

Ia mengatakan, “Saya tidak perlu meninggalkan iman saya di rumah ketika saya datang ke universitas.”

Dia dan saudara kembarnya, Zoha, mengatakan mereka memilih Universitas Creighton karena berbasis agama, seperti kelas-kelas teologi yang menjelaskan tentang isu-isu etika melalui pendekatan agama yang berbeda.

Banyak mahasiswa Muslim, terutama perempuan, mengatakan mereka memilih perguruan tinggi mereka dengan berpikir bahwa sekolah-sekolah Katolik sedikit lebih toleran ketimbang sekolah lain di Amerika Serikat.

Sumber: Muslim students opt for “more religious” Catholic universities

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  2. Terkait spanduk "Tuhan membusuk", FPI nilai sebagai penistaan agama
  3. 120 juta penduduk Indonesia belum akses sanitasi yang layak
  4. PBB didesak melindungi orang Kristen di Irak dan umat Muslim di Gaza
  5. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  6. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  7. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  8. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  9. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  10. Menag: Gerakan radikalisme Islam ancam keutuhan NKRI
  1. Gereja harus menerima pasutri ‘tidak konvensional’
  2. 120 juta penduduk Indonesia belum akses sanitasi yang layak
  3. PBB didesak melindungi orang Kristen di Irak dan umat Muslim di Gaza
  4. Terkait spanduk “Tuhan membusuk”, FPI nilai sebagai penistaan agama
  5. Paus Fransiskus kumpulkan para bintang top dunia untuk pertandingan amal antaragama
  6. Sekilas Sejarah BULAN KITAB SUCI NASIONAL
  7. Korban topan dan gempa di Filipina akan makan siang bersama Paus Fransiskus
  8. Magsaysay Award menghormati orang Asia yang menjadi pelopor dan inovator
  9. Romo Benny: Terkait masalah intoleransi, Indonesia butuh figur presiden teladan
  10. Gereja Katolik Myanmar merayakan 500 tahun
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online