UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Tokoh agama dan akademisi tolak revisi UU KPK

02/10/2012

Tokoh agama dan akademisi tolak revisi UU KPK thumbnail

 

Senin (1/10), KPK didatangi sejumlah pemuka agama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK dan menolak revisi UU tentang KPK.

Mereka termasuk Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, KH Salahuddin Wahid (NU), Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Universitas Airlangga JE Sahetapy,  Romo Benny Susetyo, dan Pendeta Natan Setiabudi.

Rombongan diterima Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto.

Selain memberikan dukungan terhadap KPK, para tokoh tersebut juga menolak rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK oleh DPR.

”Kami ingat betul, KPK lahir dan dibentuk karena bangsa dan masyarakat negara ini hancur karena korupsi. Karena itu, KPK lahir dan diberi kewenangan luar biasa untuk menggerakkan lembaga lain yang selama ini tidak dan kurang efektif. Sampai hari ini, musuh terbesar bangsa ini adalah korupsi. Tetapi, apa yang terjadi, KPK justru mendapat perlawanan, digerogoti kanan-kiri oleh mereka yang selama ini terancam digergaji pisau KPK. Kalau KPK kalah, yang kalah adalah rakyat, harapan rakyat, agenda rakyat untuk membangun pemerintah yang bersih,” papar Komaruddin.

Para tokoh yang datang itu mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata kepada KPK. ”Kami dari kalangan akademisi memberikan dukungan pada harapan masyarakat untuk memiliki pemerintah yang bersih yang selama ini diamanatkan kepada KPK. KPK adalah simbol perjuangan mewujudkan pemerintah yang bersih. Kalau ada berbagai pihak yang terganggu oleh KPK, mari masyarakat membantu KPK,” katanya.

Presiden Yudhoyono juga diminta segera bersikap menghadapi berbagai pelemahan pemberantasan korupsi. ”Saya hanya mengimbau kepada Presiden sebagai penanggung jawab Polri. Kalau orang di Polri itu bersih, enggak perlu mereka takut. KPK kan tak mau hantam kromo,” kata Sahetapy.

Tokoh NU Sholahuddin Wahid juga mengingatkan, seandainya ada oknum atau pihak yang ingin melemahkan KPK secara terstruktur dan sistematis dengan koordinasi yang terselubung, masyarakat tentu berada di belakang KPK dan di belakang pemberantasan korupsi. “Tindakan pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK inilah yang menyelamatkan bangsa ini,” tandasnya.

Namun, Ketua DPR Marzuki Alie membantah ada balas dendam terhadap KPK di balik usulan revisi UU KPK. Ia menegaskan, masih banyak anggota DPR yang berkomitmen untuk memberantas korupsi dan tidak ingin KPK dilemahkan. ”Tidak ada itu (balas dendam). DPR itu wakil rakyat, tidak ada balas dendam,” kata Marzuki.

Dari berbagai sumber

 

  • http://www.facebook.com/frans.tantridharma Frans Tantridharma

    KPK maju terus. Rakyat ada di belakangmu. Engkau adalah bagian dari cita-cita mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  2. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  3. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  4. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  5. Seorang katekis khusus lansia menuai hasil berkat pelayanannya
  6. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  7. Fransiskan menandai 75 tahun misi di Pakistan
  8. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  9. Paus akan mengunjungi warga Tamil yang masih terluka akibat perang saudara
  10. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  1. Paus Fransiskus akan merayakan Misa pernikahan untuk 20 pasangan
  2. Tiga uskup auksilier Hong Kong ditahbiskan kemarin
  3. Forum UNAOC Bali tegaskan persatuan dalam keberagaman
  4. Menag berharap wartawan nasrani ikut sosialisasi moderasi agama
  5. Komunitas Kristen tuduh kelompok Hindu melakukan konversi paksa
  6. Pimpin ibadah di depan Istana, pendeta baca puisi untuk Jokowi
  7. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  8. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  9. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  10. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online