UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Aktivis protes penerapan UU Kejahatan Dunia Maya

03/10/2012

Aktivis protes penerapan UU Kejahatan Dunia Maya thumbnail

 

Para pengguna media sosial di Filipina menggelar aksi protes secara online dan offline kemarin menentang Undang-Undang (UU) Kejahatan Dunia Maya (cybercrime) baru yang mulai berlaku hari ini.

Para pendukung kebebasan pers dan aktivis menilai UU itu mengancam hak untuk kebebasan berekspresi, yang ditetapkan dalam konstitusi tersebut, dan meminta Mahkamah Agung (MA) mendesak perintah untuk menangguhkan sementara sebelum UU itu diterapkan.

Salah satu anggota MA, yang meminta untuk tidak menyebutkan namanya, mengatakan hakim belum mempelajari semua petisi tersebut.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) Karapatan telah mendesak MA untuk menyatakan UU itu tidak konstitusional karena hal itu “menimbulkan ancaman serius terhadap hak privasi, kebebasan berbicara dan berekspresi, di kalangan hak-hak sipil dan politik.”

Cristina Palabay, sekjen Karapatan, mengatakan bahwa selain mengatur tentang fitnah, UU itu memberikan peluang bagi pihak berwenang untuk memonitor lalu lintas Internet dan mencatat situs-situs yang mereka anggap “memfitnah.”

Dia mengatakan UU itu berdampak terhadap pekerjaan para pembela HAM dan melanggar Konvensi Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik serta Deklarasi PBB tentang Perlindungan Pembela Hak Asasi Manusia.

UU itu juga melanggar hak-hak masyarakat umum untuk mengakses fakta-fakta dan informasi pada beberapa isu HAM serta mengekspresikan dan bertindak sesuai pendapat mereka, katanya.

Senator Teofisto Guingona, satu-satunya legislator yang menentang pengesahan UU itu di Senat, mengatakan bahwa berbagi pernyataan yang bersifat memfitnah dapat dihukum dengan 12 tahun penjara.

“Saya hanya menginginkan bahwa kita memerlukan UU Pencegahan Kejahatan Dunia Maya. Namun, pencantuman ketentuan bermasalah tentang fitnah hanya akan mengurangi prinsip dasar dari good governance,” kata Guingona.

Anti terhadap UU baru itu terus menguat akibat ketentuan tentang fitnah yang mencakup semua platform, termasuk Facebook, Twitter dan situs-situs media sosial lainnya.

Para pengguna Facebook telah meng-upload gambar-gambar hitam pada profil dan menutupi akun mereka sementara siswa dan aktivis berbaris menuju gedung MA untuk menyerukan menghentikan “UU bela diri dunia maya.”

Beberapa pengguna Facebook menggantikan teks status mereka lalu meng-update dengan blok hitam, dengan pesan “[POST BLOKED] (RA No. 10175)”, yang mengacu pada Undang-Undang No. 10175 atau UU Pencegahan Kejahatan Dunia Maya Tahun 2012.

Anggota Kongres Raymond Palatino dari Partai Pemuda mengkritik kelambanan MA menyusul adanya laporan dari beberapa hakim di sesi en banc (pleno seluruh hakim)pengadilan tinggi.

Sumber: Court allows cybercrime law to pass

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga masih menanti terpidana mati Mery Jane kembali ke rumah
  2. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  3. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  4. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  5. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  6. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  7. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  8. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  9. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  10. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online