UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Polisi menahan 240 orang terkait kekerasan anti-Buddha

04/10/2012

Polisi menahan 240 orang terkait kekerasan anti-Buddha thumbnail

 

Sebanyak 240 orang telah ditangkap terkait dengan penghancuran situs-situs Buddha  dan desa-desa di distrik Chittagong dan distrik Cox Bazar di Bangladesh, kata seorang pejabat polisi kemarin.

Kekerasan meletus menyusul sebuah gambar Alquran yang diduga dibakar muncul di profil Facebook seorang pria Buddha lokal, yang mengakibatkan 19 kuil Buddha dan sekitar 100 rumah hancur.

Beberapa aksi protes mengutuk serangan itu dalam minggu ini. Pada Selasa, ratusan orang bersama mengecam serangan itu, yang digelar di depan Museum Nasional di Dhaka.

“Saya sudah kehilangan kata-kata untuk menghibur saudara-saudari saya umat Buddha. Para dalang di balik serangan keji itu harus ditangkap dan dihukum,” kata Anisul Haque, seorang penulis terkemuka dan wartawan.

Para menteri dan pemimpin Liga Awami yang berkuasa mengatakan kekerasan itu direncanakan dan dihasut oleh para legislator oposisi dan partai-partai Islam lokal.

Para pemimpin dari Partai Nasionalis Bangladesh dan Partai Jamaat-e-Islami, partai oposisi telah membantah tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa kelambanan pemerintah ‘menunjukkan bahwa partai yang berkuasa berada di balik kekerasan itu.

Kemarin sebuah cabang Pengadilan Tinggi memerintahkan Sekretaris Kementerian Dalam Negeri, kepala kepolisian dan para administrator distrik di Cox Bazar dan Chittagong, serta kepala kepolisian di empat daerah lain, menjelaskan tragedi itu dalam waktu seminggu mengapa pemerintah gagal menghentikannya.

Pejabat yang bertanggung jawab di Polres Ramu di Distrik Cox Bazar, daerah yang mayoritas beragama Buddha yang terburuk akibat kerusuhan itu, telah dihentikan akibat lamban dalam penanganan.

Jam malam telah dicabut di daerah itu, tetapi polisi, penjaga perbatasan dan personil tentara terus meningkat patroli.

Sementara itu, para korban mengatakan bantuan dari pemerintah sudah cukup. Banyak umat Buddha yang melarikan diri masih kehilangan tempat tinggal.

Babita Barua, 35, seorang guru sekolah setempat, mengatakan kompensasi mungkin kecil dibandingkan dengan kerugian besar masyarakat.

“Para penyerang menghancurkan barang-barang kami dan barang berharga senilai puluhan ribu taka, tapi sampai sekarang saya telah menerima 25.000 taka [US $ 305]. Tentara telah membangun pagar timah sekitar rumah kami yang terbakar, tapi kami masih hidup tanpa tempat tinggal,” katanya.

Sumber: Police hold 240 for anti-Buddhist violence

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  3. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  4. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  5. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  6. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  7. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  8. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  9. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  10. 14 terpidana mati akan dieksekusi pekan ini
  1. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  2. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  3. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  4. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  5. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  6. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  7. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  8. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  9. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  10. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
UCAN India Books Online