Warga desa mandiri membangun rumah berkat bantuan Karitas

04/10/2012

Warga desa mandiri membangun rumah berkat bantuan Karitas thumbnail

 

Saat musim hujan tahun lalu melanda Pakistan, warga melakukannya dengan dramatis akibat bencana itu.

“Hujan seolah-olah langit telah terbuka,” kata Martha Masih, yang tinggal di Desa Ammaywala Vehra, dekat perbatasan dengan India.

“Kami berada di dalam ketika seluruh rumah ambruk. Saya segera melindungi bayiku berusia  lima hari dan sebuah balok menghantam punggung saya, dapur hancur, dan bara api berserakan di lantai,” kisahnya.

Setelah penggalian yang panik satu jam, Martha dan ketiga anaknya ditarik keluar oleh tetangganya. Selain cedera, ia mengalami luka bakar di kakinya akibat bara api tersebut.

Dia dilarikan ke rumah sakit, dan kini ia telah sembuh. Tapi, bencana itu tetap menghantaui Martha dan beberapa warga desa.

Akibat rumah mereka hancur, mereka menghabiskan setahun penuh di tenda-tenda yang disediakan oleh pastor paroki setempat. Tapi, keberuntungan mereka mungkin telah mulai berubah bulan lalu, ketika sebuah tim dari Karitas Pakistan meninjau keadaan Martha dan 33 keluarga lainnya.

“Kami menilai desa-desa yang terkena dampak musim hujan terakhir saat ini penduduk setempat memerlukan bantuan,” kata koordinator Karitas Rojar Noor Alam.

“Kami ingin mereka memiliki tempat tinggal sehingga kami mendorong mereka untuk membangun fondasi rumah sendiri,” katanya.

Meski dengan satu kaki masih diperban, Martha sangat berhasrat mengambil tugas itu, seperti yang lain. Mereka meletakkan batu bata dan beton untuk membuat fondasi.

“Organisasi itu akan menyalurkan bahan-bahan bangunan tahap demi tahap hingga rumah itu selesai dibangun,” kata Rojar.

Kini fondasi telah dibangun dengan luas 225 meter persegi yang dibagi ke dalam berbagai kamar. Akhir pekan lalu, seperti yang dijanjikan, Karitas menyalurkan bahan-bahan bangunan untuk tahap berikutnya dari proyek itu.

Kemitraan antara Karitas dan masyarakat setempat ditiru di tempat lain. Di Mahalam Kalan, warga yang berdampak akibat hujan mulai membangun tempat tinggal mereka di desa itu bersama pusat operasi Gereja St. Petrus.

Seperti orang lain, Martha dan keluarganya harus menjaga sak semen, sebuah sepeda dan tempat tidur di tenda kecil mereka. Tapi, ia lebih mengutamakan menjaga keselamatan anak-anaknya.

“Itu adalah masa-masa sulit,” katanya. “Mudah-mudahan hujan dan banjir tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.

Sumber: Caritas helps a village help itself to new houses

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  4. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  5. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  8. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  9. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  10. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  1. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  2. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  3. Komunitas San’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  4. Perduki gelar pasar murah untuk warga Muslim guna meningkatkan toleransi
  5. Merasakan internalisasi toleransi lewat OBOR
  6. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  7. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  8. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  9. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  10. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online