UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

DPR: Potensi langgar HAM, RUU Kamnas didrop

05/10/2012

DPR: Potensi langgar HAM, RUU Kamnas didrop thumbnail

Polisi menyemprotkan air kepada para demonstran

 

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengusulkan agar Rancangan Undang-undang  Keamanan Nasional (RUU Kamnas) didrop saja.

“Kalau tak ada titik temu, mau tak mau, didrop,” kata Priyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/10).

Priyo menjelaskan, RUU Kamnas adalah inisiatif pemerintah dan sudah diajukan sejak 2005. Tapi, walau sangat penting, vital, dan strategis, sampai kini pembahasan RUU itu tak pernah ada kemajuan.

Priyo, sebagai pimpinan DPR RI Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia, mengaku pernah menulis surat kepada presiden kalau DPR telah mengembalikan draft RUU itu. Dalam surat itu, katanya, DPR mengembalikan draf RUU Kamnas ke pemerintah. “Dan Presiden menulis surat kepada kami, intinya tetap sama (ingin melanjutkan),” kata Priyo.

Sementara itu Ketua Panitia Khusus RUU Keamanan Nasional, Agus Gumiwang, mengatakan pembahasan RUU Kamnas bisa dibatalkan. Sebab, RUU itu dinilai berpotensi melanggar HAM.

“RUU itu dianggap tidak memegang empat prinsip. Ada potensi melanggar HAM, demokrasi, penegakan hukum, dan supremasi sipil,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/10).

Menurutnya, semua fraksi di Pansus RUU Kamnas sepakat bahwa draf yang dikirim pemerintah jauh dari harapan.

Dia menambahkan, dalam draf yang dikirim pemerintah itu banyak pasal dan ayat yang dinilai tidak relevan. “Misalnya definisi ancaman, kegiatan intelijen, pengaturan mengenai penyadapan, pemeriksaan, dan penahanan,” katanya.

Jika RUU Kamnas digolkan, ia menambahkan, ada celah untuk kembali ke zaman otoriter sebelum reformasi. “Kami khawatir itu dijadikan monopoli pihak tertentu,” tambahnya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  3. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  4. Vatikan bentuk sebuah komisi untuk merampingkan prosedur pernikahan
  5. 'Pacem in Terris' menarik non-Katolik di Jepang
  6. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  7. Jokowi: Konflik berlatar belakang agama bisa diselesaikan dengan pendekatan ke masyarakat
  8. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  9. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  10. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  1. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  2. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  3. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  4. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  5. Minoritas agama menuntut pemerintah bertindak tegas terkait kampanye kebencian
  6. Menerapkan Revolusi Mental
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Para uskup Korea luncurkan program 9 pekan menentang nuklir
  9. RUU Pilkada baru disahkan, Koalisi Masyarakat Sipil langsung ajukan Uji Materi ke MK
  10. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online