UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Kekerasan akibat siswa tak terbiasa berdialog

05/10/2012

Kekerasan akibat siswa tak terbiasa berdialog thumbnail

 

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengemukakan, pendidikan yang tidak dialogis, dan searah menjadi salah satu indikasi masalah terjadinya kekerasan dalam dunia pendidikan.

“Pendidikan tidak dialogis tetapi searah menjadikan peserta didik tidak terbiasa menggunakan mulutnya untuk berdialog, akhirnya tangan dan kaki digunakan untuk menyelesaikan masalah,”ujar Retno kepada wartawan di kantor LBH, Jl Diponegoro 74, Jakarta, (4/10).

Selain itu, lanjutnya, kekerasan di sekolah ini muncul karena tidak adanya relasi seimbang antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid, serta guru dengan pimpinan sekolah. Akibatnya, guru terkadang bertindak ‘menindas’ muridnya.

Beberapa kasus kekerasan ini mengemuka di media karena orangtuanya melakukan pelaporan kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), namun kasus yang tidak mengemuka karena orang tua takut anaknya diintimidasi sangat banyak.

“Kasus terakhir terjadi di salah satu SD di wiliyah Semper, Jakarta Utara, yaitu kasus ibu Rohani, sayangnya tak ada tindakan tegas oleh birokrasi, sehingga mengorbankan anak didik,” ujar dia.

Seharusnya, pemerintah DKI Jakarta menyatakan dengan tegas bahwa sekolah adalah zona aman, tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun.

“Ketegasan ini didasarkan pada UU Perlindungan Anak pasal 54 serta Konvensi Internasional tentang Perlingdungan Anak yang sudah ditandatangani oleh Indonesia,” katanya.

Kasus kekerasan lainnya seperti tawuran antar pelajar menjadi perhatian bersama dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini semakin memprihatinkan sebab tawuran pelajar mengakibatkan korban jiwa siswa kelas X SMAN 6 Alawy Yusianto Putra dan siswa SMA Yayasan Karya 66 Deny Yanuar serta Susilo siswa SMK Mahardika yang terluka akibat tusukan di punggung.

Perkuat budaya toleransi

Retno mengatakan, lingkungan sekolah hanya memfasilitasi anak-anak yang menganut agama mayoritas. Hal ini jelas terjadi pada sekolah negeri yang menerima murid tanpa memandang agamanya.

“Anak-anak dibiasakan dengan monokulturalisme di negara yang sebenarnya multikulturalisme. Ini preseden yang tidak baik,” tuturnya.

Menurutnya, sekolah seharusnya memperkuat budaya toleransi dan menghargai keanekaragaman yang ada di Indonesia. Namun pada praktiknya, lingkungan sekolah semakin memperjelas perbedaan yang ada di kalangan siswa, seperti agama.

“Negara ini didirikan tidak atas dasar agama. Dasarnya itu Pancasila yang mengajarkan persatuan dan keberagaman. Tapi sayangnya, di sekolah negeri ketidakberagaman justru sangat dipelihara,” tandasnya.

Sumber: kompas.com, tribunnews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  3. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  4. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  5. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  6. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  7. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  8. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  9. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  10. 14 terpidana mati akan dieksekusi pekan ini
  1. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  2. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  3. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  4. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  5. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  6. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  7. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  8. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  9. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  10. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
UCAN India Books Online