UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

Para imam dan biarawati Shanghai menjalani pendidikan wajib

05/10/2012

Para imam dan biarawati Shanghai menjalani pendidikan wajib thumbnail

 

Semua pastor dan suster di keuskupan Shanghai telah dipaksa untuk menghadiri “kelas-kelas belajar” wajib yang mana para pengamat yakin program itu diadakan pihak berwenang dalam menanggapi penahbisan Uskup Auksilier Thaddeus Ma Daqin pada Juli.

Uskup berusia 45 tahun itu keluar dari Asosiasi Patriotik Katolik pada saat penahbisannya pada 7 Juli.

Otoritas Gereja yang diakui pemerintah mengatakan pengakuannya itu melanggar peraturan dalam kaitan dengan penahbisan uskup.

Akibatnya, menurut berbagai sumber, sekitar 80 imam diosesan dan 80 biarawati dari Kongregasi Our Lady of Presentation dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengambil kelas tiga hari di Institut Sosialisme Shanghai yang berlangsung 12 jam setiap hari. Kelas pertama dimulai pada 10 September dan kelas terakhir selesai pekan lalu.

Sumber-sumber Gereja mengatakan berbagai profesor universitas memberi kuliah bertujuan untuk memperkuat tanggungjawab mereka terhadap hukum, negara dan prinsip Gereja independen.

Mata kuliah utama termasuk hubungan negara dan agama, konsep-konsep agama Partai Komunis, kebijakan dan peraturan, sistem nilai dasar sosialis dan pembangunan ekonomi di Cina.

“Saya pikir para pejabat pemerintah secara terbuka mengkritik tentang penahbisan uskup selama kelas-kelas tersebut, tetapi hal itu tidak terjadi. Bagaimanapun hal itu dipahami bahwa kelas-kelas studi tersebut diadakan untuk menentang penahbisan,” kata seorang imam kepada ucanews.com, yang meminta namanya tidak disebutkan.

“Kelas-kelas itu sangat ketat. Tidak seorang pun diizinkan keluar saat kelas-kelas itu berlangsung. Kami harus mengambil ujian tentang peraturan agama dan kebijakan serta menulis komitmen kami pada apa yang kami pelajari setelah kelas itu selesai,” lanjutnya.

Mereka diberitahu bahwa hasilnya akan diberikan kepada keuskupan itu sebagai referensi untuk lowongan pekerjaan di masa depan. “Kami tidak tahu apakah akan ada konsekuensi dan sepekan ini tidak terjadi apa-apa setelah kelas-kelas itu ditutup,” kata imam itu kemarin.

Semua pastor dan suster mematuhi arahan yang diberikan oleh keuskupan itu dan dengan demikian kelas-kelas berjalan lancar. Para pejabat agama di tingkat kota dan distrik di mana para imam dan biarawati bekerja, duduk di seluruh kelas, katanya.

Sumber-sumber Gereja lain percaya pemerintah Shanghai menyelenggarakan kelas studi itu untuk berbagai alasan termasuk mencuci otak para imam dan biarawati, pelampiasan kemarahan para pejabat, dan terkesan hal itu dilakukan untuk menenangkan Beijing.

Pada akhir Agustus, keuskupan itu menunda semester baru yang seharusnya dimulai bulan lalu di seminari tinggi dan seminari menengah.

Mereka percaya situasi akan tetap stabil sampai kongres partai nasional, yang dimulai pada 8 November.

Sumber: Shanghai Religious undergo re-education

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  2. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  3. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  4. Seorang anak yatim-piatu berusia tiga tahun 'merayakan' Misa
  5. Inilah muatan umum dalam Kurikulum baru untuk SD, SMP, dan SMA
  6. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  7. Keuskupan agung Jakarta beri penghargaan kepada website paroki terbaik
  8. Paus Fransiskus kanonisasikan 800 martir
  9. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  10. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  1. Paus serukan reformasi sistem keuangan global
  2. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  3. Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
  4. Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur
  5. Akibat badai, warga Rohingya takut dievakuasi ke lokasi rawan kerusuhan
  6. Pendekatan kebudayaan disarankan untuk selesaikan masalah Papua
  7. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  8. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  9. Warga Filipina di Taiwan dilarang mengadakan prosesi Salib
  10. Proses beatifikasi Ricci ditangani Vatikan
  1. Tetapi kekejaman juga banyak yang keterlaluan, misalnya anak mengubur ibu kandun...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:32:00
  2. Dokter juga turun ke jalan... Kalau semua golongan demo, sudah jelas ada kekuran...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:21:00
  3. Saya setuju kalau Papua mau memisahkan dir dari NKRI. Itu adalah hak asasi yang ...
    Said Anianus Bai on 2013-05-15 08:56:00
  4. saya berpikir.... knpa semua ini bisa terjadi?...
    Said anto on 2013-05-15 08:38:00
  5. YA... NEGARA INI BANYAK ORANG KURANG AT BAHKAN TIDAK BIJAK......
    Said ANTO on 2013-05-15 08:10:00
  6. Imron, sebagai sorang Kristen, saya bangga dengan anda yang mempertanyakan argum...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:41:00
  7. Apa yang bisa diharapkan dari menteri seperti ini, bukannya membangun dialog, ma...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:38:00
  8. Seingat saya SBY tidak "blusukan" ke Papua, kecuali ke Meraoke dan pulangnya ngo...
    Said hadrianus wardjito on 2013-05-14 21:32:00
  9. lucu skali kamu,,tiap agama punya tata ibadahnya masing2 lah,,jadiiiii hargai um...
    Said Sintia Parsaulina Ucye Siahaan on 2013-05-14 05:59:00
  10. sebagai muslim gue malu ama prilaku ini menteri agama yang rasialis ini. orang m...
    Said imron on 2013-05-13 07:25:00