UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Pusat rehabilitasi Gereja terus berjuang demi penderita kusta

05/10/2012

Pusat rehabilitasi Gereja terus berjuang demi penderita kusta thumbnail

 

Sebuah pusat rehabilitasi yang dikelola Gereja Katolik bagi ratusan penderita kusta di India selatan akan ditutup pemerintah.

Pemerintah negara itu telah mengumumkan sebuah keputusan untuk mengambil kembali semua tanah di pusat itu, namun hanya dua hektar diserahkan kepada Serikat Sumanahalli di Bangalare, ibukota Karnataka, di mana sekitar 400 penderita kusta mendapatkan pendidikan dan perawatan kesehatan.

Serikat itu menanggapi dengan mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Karnataka pada Juli. Sidang pertama akan digelar pada November.

Pekan lalu, Uskup Agung Bernard Moras bersuara keras menentang usulan pemerintah negara itu, dengan mengatakan keuskupan agung itu akan mengambil langkah-langkah hukum dan sedemokratis mungkin untuk menjamin agar tanah itu tetap dipertahankan.

“Keputusan itu akan mengambil banyak tanah kami. Ini menunjukkan sikap apatis pemerintah terhadap kelompok yang paling diabaikan dalam masyarakat. Ini adalah bentuk pengkhianatan pemerintah terhadap masyarakat,” katanya.

Pengadilan Tinggi Karnataka menanggapi komentar uskup itu.

“Apakah dia adalah seorang ahli hukum? Uskup agung itu tidak berbisnis untuk berbicara masalah ini,” kata Ketua Kehakiman Vikramjit Sen

Pastor George Kannanthanam, direktur serikat itu, mengatakan bahwa jika mereka menghilangkan kasus itu, mereka akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Tahun 1977, pemerintah mengotrak tanah dengan luas 25,5 hektar kepada keuskupan agung itu untuk mengobati dan melakukan rehabilitasi para penderita kusta, namun kontrak itu telah berakhir tahun 2008.

“Kami telah menghadapi berbagai instansi agar kontrak itu diperbarui,” kata Pastor Kannanthanam. “Kami ingin masa kontrak diperpanjang selama 30 tahun, karena hal itu akan mustahil untuk mengadakan berbagai kegiatan kampus itu di tanah yang hanya seluas dua hektar yang kini diberikan pemerintah.”

Keputusan pemerintah untuk mengambil tanah itu akan memaksa banyak pasien kembali ke jalan-jalan, kata Suresh Kumar, ketua Asosiasi Orang Kusta Karnataka.

“Saya diusir dari desa saya dan digunakan untuk mengemis di kereta api┬ásebelum saya diselamatkan oleh pusat itu,” kata Ramesh Babu, 50.

Ia mengatakan ia akan kembali mengemis jika pusat itu ditutup.

Muralingappa, 65, seoerang penderita kusta yang telah berada di pusat sejak tahun 1978, mengatakan, “Masyarakat tidak menerima kami sebagai manusia normal. Di pusat itu, para penderita kusta menjalani kehidupan yang bermartabat dan merasa nyaman. Apa yang akan saya lakukan di luar bila pusat itu ditutup?”

Sumber: Center vows to fight to protect its patients

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Benediktin kecam penodaan salib di Vietnam
  2. Vatikan angkat Romo Pidyarto jadi uskup Malang
  3. Wakil Ketua DPRD terbang dengan paralayang membawa Salib IYD
  4. Kardinal Tagle desak belas kasihan dimasukkan ke dalam aksi
  5. Ketua ICMI: Umat Islam harus siap-siap terima pemimpin beda keyakinan
  6. Dijual ke Tiongkok
  7. Para imam, aktivis HAM menyambut baik RUU Hak Atas Informasi
  8. Umat Katolik berpartisipasi doror darah memenuhi kekurangan darah selama Ramadan
  9. Ribuan anak dan remaja ikuti jambore keuskupan Sintang
  10. Biarawati bantu para penyandang cacat hidup bermartabat
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online