UCAN Indonesia Catholic Church News
ENRICH YOUR SPIRITUAL LIFE

Film murahan rusak moral bangsa

08/10/2012

Film murahan rusak moral bangsa thumbnail

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan perang terhadap film murahan yang banyak beredar di bioskop-bioskop. Film-film tersebut dinilai merusak moral bangsa.

“Saatnya sekarang kita memerangi film murahan yang tidak berkualitas. Film murahan itu membodohi bangsa dan menganggap bangsa ini sebagai bangsa primitif,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, Jumat (5/10).

Karena itu, dia menekankan Lembaga Sensor Film (LSF) tidak bisa bernegosiasi terhadap film-film murahan yang merusak moral bangsa.

LSF juga akan direformasi, agar tugasnya berfungsi menjadi benteng terhadap film murahan. Dia menegaskan, film berkualitas tidak berarti membosankan dan gagal dipasarkan. Nyatanya banyak film berkualitas yang sukses secara komersial.

Memperbaiki kualitas film nasional dimulai dari pembuatan naskah atau skenario yang temanya diangkat dari budaya lokal, kepahlawanan atau nasionalisme. Pihaknya “akan memberikan pelatihan penulisan skenario di tujuh kota, juga ada workshop yang bekerja sama dengan para sineas dari Asia dan Eropa,” kata Wiendu.

Dia mengakui, untuk menggairahkan penulisan skenario film berkualitas butuh insentif. Karena itu penulis yang berkualitas akan mendapat penghargaan dan pengakuan sebagai penjaga mutu perfilman nasional.

Untuk mendapatkan film-film berkualitas Kemendikbud akan menyelenggarakan Apresiasi Film Indonesia (AFI). Penghargaan akan diberikan kepada karya film dan unsur-unsur di dalamnya yang berhasil meningkatkan standar etis, moral dan artistik karya film yang menunjukkan keluhuran budaya bangsa. AFI akan diselenggarakan 25 November 2012. Seleksi dilakukan mulai 29 Oktober hingga 14 November.

Dalam acara itu sekaligus digelar lomba penulisan skenario film cerita anak, nasionalisme dan kepemimpinan. Lomba ini diselenggarakan karena film bertema anak sangat terpuruk.

Anggota Lembaga Sensor Film Nunus Supardi mengatakan film di Indonesia relatif lebih banyak bertema kekerasan, seks, dan horor. “Film bertema pocong saja ada sampai 100 judul,” kata Nunus.

Dia mengatakan film bukan semata-mata barang dagangan. Film dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencerdaskan bangsa. Namun, tujuan ini belum dapat sepenuhnya terjadi di Indonesia karena dominasi film yang tidak berkualitas.

Menurutnya, film Indonesia ketinggalan dibandingkan negara lain seperti Nigeria yang berhasil masuk dalam tiga negara terbesar sebagai produsen film di samping Amerikat Serikat dan India.

Sumber : Sinar Harapan

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Minggu Biasa V/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan perteguh NKRI
  3. Suku India di desa terpencil berjuang untuk fasilitas dasar
  4. Kardinal Hong Kong bela pesan Imlek Paus Fransiskus untuk Beijing
  5. Sri Lanka harus berkomitmen dengan resolusi PBB, kata aktivis
  6. Tokoh lintas iman dukung penguatan KPK
  7. Jalan menuju keadilan dan kesetaraan
  8. Para uskup Filipina desak umat Katolik untuk tidak memilih ‘orang jahat’
  9. Paus Fransiskus kirim pesan Imlek, memberikan pujian kepada Beijing
  10. Orang Kristen ditunjuk sebagai ketua majelis tinggi Myanmar
  1. Semoga segala berjalan baik tanpa halangan apapun......
    Said donotchangemyname on 2016-02-02 09:22:00
  2. Salam. Saya menyebarkan tulisan saya tentang penghapusan hukuman mati. Kita bang...
    Said anton bele on 2016-01-27 19:45:00
  3. Susah kalau alam tidak bersahabat.. Andaikan bisa menemukan beberapa sumber air ...
    Said donotchangemyname on 2016-01-22 14:35:00
  4. Mungkin Taliban tidak suka ada orang2 yang pandai.. agar merekalah menang antara...
    Said donotchangemyname on 2016-01-21 09:37:00
  5. Pasang petisi online saja di change.org atau kalau keluarga ybs punya teman medi...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:14:00
  6. Tindakan seperti inilah yang menjadi alasan saya tetap mendukung hukuman mati...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:11:00
  7. Semoga Misa di mall tdk terjadi di Indonesia. Ini bentuk sinkretisme dan peleceh...
    Said Tarcisius on 2016-01-16 07:59:00
  8. Dalang dan akar2nya yang tidak kelihatan.....
    Said donotchangemyname on 2016-01-16 07:59:00
  9. Apa boleh buat, bapak Kardinal sudah mengizinkan... Zaman boleh berubah, saya te...
    Said donotchangemyname on 2016-01-15 10:57:00
  10. Setidaknya artikel ini sedikit lebih objektif. Gafatar tidak seperti apa yg dibe...
    Said Dae Buton on 2016-01-15 00:05:00
UCAN India Books Online