UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Akibat hijrah ke kota membuat ribuan anak hilang

09/10/2012

Akibat hijrah ke kota membuat ribuan anak hilang thumbnail

 

“Putraku diculik dua tahun lalu. Para penculik meminta saya untuk membayar uang tebusan sebesar satu juta rupee, tapi saya tidak memiliki uang sebanyak itu. Apalagi saya belum mengetahui para penculiknya,” kata Ram Prasad.

Putranya Prasad yang berusia 12 tahun, diculik di New Delhi, adalah salah satu dari sekitar 55.000 anak yang hilang di India.

Mahkamah Agung India baru-baru ini mengesahkan sebuah petisi untuk pemerintah federal agar pihaknya segera mengambil tindakan untuk melacak anak-anak yang hilang.

Petisi itu, diajukan oleh pengacara Sarwa Mitter, dengan mengutip statistik Kementerian Dalam Negeri bahwa 177.600 anak hilang antara tahun 2009 hingga 2011 dan 55.470 anak masih belum ditemukan.

Anak-anak tersebut dipaksa menjadi pelacur, mengemis, pekerja paksa atau digunakan sebagai donor organ tubuh secara sukarela.

“Ini adalah sebuah fenomena di seluruh Asia Selatan,” kata Joseph Gathia, seorang aktivis hak anak kepada ucanews.com.

Dia mengatakan bahwa alasan utama meningkatnya jumlah anak yang hilang di India adalah kemiskinan yang akut dan migrasi. Kadang-kadang orang tua mereka tergiur dengan rayuan para perantara yang menjanjikan peluang kerja yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

“Dalam beberapa kasus, orang tua bersedia untuk mengirim anak-anak mereka untuk mencari uang. Ketika mereka tidak mendengar tentang keadaan anak-anak mereka selama berbulan-bulan, mereka mengadu ke polisi,” katanya.

Gathia bernama Delhi dan Mumbai sebagai tempat hiburan di mana geng-geng penculikan beroperasi. Anak-anak migrasi adalah mangsa yang mudah diperdagangkan karena mereka tidak memiliki tempat tinggal tetap dan miskin, katanya.

“Akibat proyek-proyek pembangunan, 20 juta orang telah meniggalkan kampung halaman mereka dan 30 hingga 35 persen dari mereka adalah anak-anak,” tambahnya.

Bagi sebagian orang tua, menunggu anak-anak mereka yang hilang bisa hingga seumur hidup karena rendah kemungkinan untuk menemukan kembali mereka.

“Sekitar 40 persen keberhasilan untuk menemukan anak laki-laki yang hilang dan angka tersebut bahkan lebih rendah bagi anak perempuan karena mereka dipaksa menjadi pelacur,” kata Gathia.

Dia mengatakan bahwa polisi tidak terlalu khawatir dengan kasus tersebut, karena mereka harus menangani begitu banyak kasus kriminal lainnya yang membuat pelacakan anak menjadi prioritas yang lebih rendah.

Sumber: Migration to the cities means more children disappear

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kristen Montagnard mencari suaka di Kamboja
  2. Wapres: Masih banyak pemimpin yang "jual murah" surga
  3. Koalisi Masyarakat Sipil: Hentikan konflik TNI dan Polri
  4. KWI dukung gugatan nikah beda agama
  5. Tiongkok bebaskan Uskup Yujiang setelah enam bulan ditahan
  6. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  7. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan SIGNIS Asia
  8. Amnesty Internasional kritik UU Penodaan Agama di Indonesia
  9. Belajar Toleran seperti Warga Desa Boro
  10. Keluarga pasangan Kristen yang dibunuh di Pakistan takut akan keselamatan
  1. Paus bahas reformasi dengan para kepala departemen Vatikan
  2. Gereja Katolik Sri Lanka kecam penggunaan gambar Paus Fransiskus untuk kampanye pemilu
  3. Koalisi Masyarakat Sipil: Hentikan konflik TNI dan Polri
  4. KWI: Melarang nikah beda agama bentuk pelanggaran hak asasi
  5. BNN targetkan rehabilitasi 4,2 juta pecandu narkotika
  6. Kristen Montagnard mencari suaka di Kamboja
  7. Kardinal Zen: Tiongkok tidak memahami ‘niat baik’ Paus Fransiskus
  8. Paus Fransiskus: Tuhan Maha Pemaaf, alam tidak
  9. KWI dukung gugatan nikah beda agama
  10. Model pendidikan seminari dan pesantren cocok diterapkan di perbatasan
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online