Uskup, imam dan suster turun ke jalan menyusul serangan terhadap gereja

16/10/2012

Uskup, imam dan suster turun ke jalan menyusul serangan terhadap gereja thumbnail

 

Orang-orang Kristen turun ke jalan di Karachi, Pakistan pada akhir pekan lalu untuk menggelar aksi protes menyusul serangan massa Muslim terhadap sebuah gereja, yang diduga dipicu oleh film Innocence of Muslims, yang menghina Nabi Muhammad.

Uskup Agung Joseph Coutts memimpin protes itu termasuk sekitar 70 imam, suster dan politisi Kristen. Para pengunjuk rasa membawa spanduk yang menyerukan persamaan hak bagi orang Kristen terkait serangan terhadap Gereja Katolik St. Fransiskus pada Jumat malam pekan lalu.

Sekelompok massa Muslim yang berjumlah sekitar 100 orang melemparkan batu ke pintu dan jendela gereja, merusak gua Maria dan kendaraan umat yang ‘diparkir di halaman gereja itu.

Pastor Fransiskan Jamil Albert mengatakan orang-orang Gereja bersembunyi di ruang makan pastoran selama serangan itu di mana kelompok itu juga menulis slogan-slogan di tembok gereja termasuk “hidup Taliban.”

Hanya sekitar 30 persen umat datang menghadiri Misa pada Minggu meskipun polisi memperketat pengamanan.

“Kami telah membatalkan untuk merayakan Pesta St. Fransiskus dan kunjungan pastoral uskup agung itu ke daerah itu,” kata Pastor Albert.

Polisi dan Gereja memiliki pendata berbeda terkait insiden tersebut.

Laporan-laporan media mengatakan kelompok Muslim pada awalnya memprotes atas pemadaman listrik di Karachi sebelum serangan. Polisi mengatakan ada pertengkaran dengan orang-orang Kristen yang mengakibatkan bentrokan fisik.

“Kami yakin insiden itu tidak dimotivasi oleh agama,” kata Inspektur Aslam Gujjar seperti dikutip surat kabar Dawn, pada Sabtu.

Tapi, Uskup Coutts mengatakan serangan itu dipicu oleh film Innocence of Muslims, yang telah mendorong sejumlah insiden kekerasan di seluruh dunia Islam.

“Komunitas Kristen akan terus melakukan aksi protes hingga pemerintah menjamin keselamatan dan keamanan bagi agama-agama minoritas di negeri ini,” katanya.

Warga Muslim menyerang Gereja St. Fransiskus pada Jumat adalah yang ketiga sejak video itu muncul di Internet.

Sumber: Angry Muslims attack Karachi church

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online