Setahun, 100 WNI bebas dari hukuman mati

17/10/2012

Setahun, 100 WNI bebas dari hukuman mati thumbnail

 

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengklaim telah membebaskan sekitar 100 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang terancam hukuman mati.

“Selama periode Juli 2011 hingga Oktober 2012 kurang lebih 100 warga negara kita yang telah dibebaskan dari ancaman hukuman mati,” kata Natalegawa dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia di Jakarta, kemarin.

Pembebasan itu, kata Marty, dilakukan pemerintah sejak Juli 2011 hingga Oktober tahun ini.

Dia menambahkan, bentuk pembebasan WNI itu terdiri dari 3 macam, yaitu pembebasan murni, peralihan hukuman, dan pengampunan dari keluarga korban.

“Bagaimana bentuk pembebasan itu tentu sangat beragam. Yang paling optimal tentu yang nomor 1 di mana bebas murni di Arab Saudi 12 orang, di Malaysia 15 orang. Yang beralih menjadi hukuman seumur hidup ada Malaysia 6 orang, Cina 5 orang, Iran 2 orang. Dan bahkan kategori terakhir mendapat pemaafan dari Arab Saudi adalah 11 orang,” ungkap Marty.

Marty mengaku masih kesulitan membebaskan sejumlah WNI yang terjerat kasus berat.

Menurut dia, setidaknya ada sekitar 300 WNI lain yang masih terancam hukuman mati di luar negeri.

Marty mengatakan bahwa tren hukuman mati di seluruh dunia mulai meredup. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya negara yang menghapuskan hukuman mati dalam hukum mereka.

“Pada 1997 ada 16 negara yang menghapuskan hukuman mati. Pada 2010 ada 96 negara yang melakukannya. Saat ini 140 dari 163 negara anggota PBB telah menghapuskan hukuman mati,” kata Marty. (Dilansir dari berbagai sumber)

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online