UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Sintesis ajaran Gereja dan budaya Jawa

17/10/2012

Sintesis ajaran Gereja dan budaya Jawa thumbnail

Romo Gabriel Possenti Sindhunata SJ

 

“Karena benar, berani menderita dan pasrah pada Tuhan saat dicaci-maki,” demikian selarik petikan kidung Romo Gabriel Possenti Sindhunata SJ, berjudul Sabda Rahayu.

Pemimpin Redaksi (Pimred) Majalah Basis ini memodifikasi dari tembang Tombo Ati agar manusia dapat mengecap nikmat anggur Rahayune Urip.

Injil Papat, Piwulang Sang Guru Sejati ing Tembang Macapat” terdiri atas gubahan kitab-kitab klasik. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes disunting bersama Ag. Suwandi dalam bentuk macapat. Sebuah bentuk sintesis dialektik antara budaya Jawa dan ajaran Gereja. Referensi utamanya ialah Injil Perjanjian Baru (PB) dari Romo A. Soenarjo SJ.

Romo Sindhunata dikenal sebagai seorang budayawan, esais sepak bola, dan penulis feature bergenre humanis, tekun mendalami laku Kejawen.

Sebelumnya, Romo Sindhunata telah menulis buku-buku berbahasa Jawa seperti, nDerek Sang Dewi ing Ereng-erenging Redi Merapi, dan Nggayuh Gesang Tenterem: Novena Margining Kabegjan.

Sedangkan, Ag. Suwandi sempat bekerja sebagai guru dan dosen. Selama 8 tahun, mereka berduet menyunting ayat-ayat Kitab Suci  menjadi untaian tembang macapat. Selain itu, buku ini kian komplit berkat visualisasi aneka lukisan karya Herjaka. Ia dikenal sebagai seniman yang gandrung pada seni wayang.

Injil Papat ini ialah edisi cetak ulang yang ketiga. Pada halaman sampul, tampak Ki Semar menembang dengan lamat-lamat (perlahan dan penuh nikmat). Sedangkan, Bagong, Gareng, dan Petruk menyimak santai sembari bersila, duduk timpuh, dan bahkan tiduran terkurap.

Bagi kaum muda yang lebih sering menonton MTv, aktivitas melagukan tembang macapat bisa jadi membuat lidah kelu, “Ana kidung rumeksa ing wengi/Teguh ayu luput ing lelara/Luput ing bilahi kabeh/Jin setan datan purun/Paneluhantan ana wani/Miwah panggawe ala/Gunaning wong luput/Geni atemahan tirta/maling adoh tan wani perak ing mami/Tuju guna pan sirna...” (halaman 33).

Padahal, sejatinya arti petuah lelulur tersebut meremangkan bulu roma, “Ada kidung penguasa malam/Sehat dijauhkan dari penyakit/Terbebas dari semua kesialan/Jin dan setan tidak mau mendekat/Teluh tidak mempan/Termasuk hasrat mencelakai/guna-guna orang keblinger/Api ditaklukkan air/Pencuri menjauh tak berani mendekat/Segala niat jahat pun sirna”.

Lazimnya, tembang macapat dilagukan dalam wayang kulit, ketoprak, dan kenduren. Isinya berupa petuah para bijak ihwal kebenaran hidup. Nilai keutamaan yang semula dibaca atau dikotbahkan, kini dinyanyikan dengan pakem tertentu. Setidaknya, terdapat 9 ragam cengkok/irama. Antara lain dhandanggula, sinom, asmaradana, pangkur, mijil, gambuh, durma, maskumambang, dan pucung.

Macapat rupanya sejalan pula dengan lectio divina continua. Sebuah tradisi yang sudah dipraktikkan dalam liturgi Gereja selama berabad-abad. Arti harfiahnya mengidungkan bacaan suci. Mirip seperti tembang macapat, dalam lectio divina ini teks kitab suci dinyanyikan.

Dalam buku itu menguraikan 4 tahap lectio divina: lectio, meditatio, oratio, dan comtemplatio. Senada dengan pendapat Anand Krishna, dalam setiap tradisi agama ada ruang untuk olah rasa. Misalnya, bhajan, zik’r , japha, dan chanthing (mantra).

Lebih lanjut, Romo Sindhunata memaparkan bahwa lewat lectio divina orang melakoni rumination. Artinya, ia memamah berkali-kali. Ibarat seekor sapi, sembari rebahan terkantuk-kantuk mengunyah kembali (nggayemi) rerumputan hijau. Sepertinya, ternak itu tertidur namun sedang mengalami kepuasan puncak.

Dalam konteks ini, ruminatio menjadi bahan baku dari lectio divina. Berkatnya, manusia merasa teduh, rendah hati, dan tahu diri. Senada dengan ayat dalam Kitab Mazmur, ”Jiwaku tenang laksana bayi di pangkuan Ibunda. Bagai bayi sehabis menetek puting Ibunda, jiwaku tenteram dan damai.”

Buku setebal 528 halaman ini dapat digunakan sejak jabang bayi keluar dari rahim ibu sampai manusia kembali ke haribaan Bunda Semesta. Dari acara selapanan (peringatan 35 hari kelahiran), malam midodaren (acara jelang resepsi pernikahan), hingga pengetan memule arwah (tirakatan untuk mendoakan leluhur).

Injil Papat merupakan sintesis ajaran Gereja dan budaya. Agama dan kepercayaan memang perlu lebih adaptif terhadap kearifan lokal. (Sumber: okezone.com)

Foto: inkubatorasia.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Terwujudnya Damai
  2. Pemimpin Gereja kecam penangkapan terhadap warga Papua
  3. Tiada akhir tekanan terhadap warga Rohingya di Myanmar
  4. Akun Weibo uskup Tiongkok diblokir, ruang gerak dibatasi
  5. GP Ansor hadiri upacara pemakaman uskup
  6. Umat Katolik Malaysia diajak untuk membaca Kitab Suci
  7. KAJ luncurkan rosario merah-putih untuk amalkan Pancasila
  8. Pemerintah Timor Leste harus menaikan upah minimum, kata pejabat Gereja
  9. Bruder Fransiskan melayani orang dengan HIV/AIDS
  10. Calon presiden menandatangani perjanjian untuk pemilu jujur dan damai
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online