Inggris didesak menekan Indonesia terkait intoleransi agama

30/10/2012

Inggris didesak menekan Indonesia terkait intoleransi agama thumbnail

 

Kelompok hak asasi manusia Christian Solidarity Worldwide (CSW) hari ini mendesak pemerintah Inggris untuk menggunakan kunjungan kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pekan ini sebagai kesempatan untuk membahas intoleransi agama di negaranya.

Pemerintah hendaknya menekan presiden tersebut untuk melindungi hak-hak minoritas agama dan meneggakan hukum, kata CSW dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Menteri Luar Negeri William Hague.

Surat itu mengatakan intoleransi agama meningkat dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat merupakan “masalah yang mendesak dan serius” yang menjadi ancaman yang akan “merusak kemajuan Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi, pluralis, dan toleran.”

CSW menyatakan keprihatinan atas penutupan paksa gereja-gereja oleh otoritas lokal di bawah tekanan kelompok radikal.

Ia mencontohkan sebuah kasus penutupan gereja dimana pemerintah lokal melanggar keputusan Mahkamah Agung, yang memenangkan pihak Gereja, namun hingga saat ini gereja tersebut masih disegel.

Surat itu juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi damai terkait konflik berkepanjangan di Papua Barat.

Kunjungan tiga hari yang dimulai besok adalah “kesempatan yang penting untuk menyampaikan beberapa pesan yang sangat jelas dan urgen,” kata Andrew Johnston, direktur advokasi CSW.

Ia mengatakan, “Dalam periode terakhirnya sebagai presiden, [Yudhoyono] memiliki kesempatan meneruskan warisan dalam menegakkan dan memperkuat tradisi Indonesia tentang pluralisme.”

“Tapi, dia juga menghadapi bahaya bahwa ia akan dikenang sebagai presiden yang gagal menghentikan intoleransi agama yang meningkat,” tambahnya.

Sumber: UK urged to press Indonesia on religion




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online