UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kerukunan di Indonesia jadi tantangan pemuda

30/10/2012

Kerukunan di Indonesia jadi tantangan pemuda thumbnail

Romo Franz Magnis-Suseno SJ (foto: dok)

 

Tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia dinilai merosot tajam. Pelbagai aksi kekerasan berlatar belakang agama terus terjadi di banyak daerah di Indonesia.

Ideologi Pancasila akibatnya hanya sebatas dongeng. Tokoh-tokoh agama dan pemuda kembali mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertindak tegas.

Demikian benang merah dialog bertajuk “Kerukunan Indonesia dari Sulawesi Utara untuk Nusantara”, yang digelar Gerakan Pemuda Nasional Demokrat di Manado, Sulawesi Utara, belum lama ini.

Seperti dilansir sinarharapan.com, acara ini dihadiri sejumlah tokoh agama, akademisi, dan tokoh kepemudaan, di antaranya rohaniwan Romo Franz Magnis-Suseno SJ, cendikiawan Azyumardi Azra, dan Ketua Pemuda Nasional Demokrat Hendrik Rully Luntungan.

Romo Magnis mengatakan, menciptakan kerukunan umat beragama merupakan tantangan bagi masyarakat Indonesia. Ini, katanya, juga menjadi tantangan baru bagi pemuda Indonesia karena setiap generasi harus bisa memperbarui konsep kerukunan.

Menurutnya, kerukunan tidak akan pernah tercapai 100 persen, tapi seluruh elemen bangsa harus belajar bagaimana mengelola perbedaan, baik perbedaan agama dan etnik, maupun perbedaan pendapat dan kepentingan.

“Itu bisa dinegosiasi. Kita harus belajar bahwa perbedaan itu wajar. Dasarnya tentu keadilan dan cita-cita bangsa yang ada dalam nilai-nilai Pancasila. Itu norma untuk menegosiasikan konflik,” ujarnya.

Di sisi lain, Azyumardi menambahkan, kerukunan terancam akibat sistem politik yang transaksional dan oligarkis sehingga menciptakan politik sandera antarelite dan lembaga.

Hendrik mengatakan, tingkat kerukunan umat beragama menurun drastis. Ia mencontohkan, ketidakberdayaan negara dalam kasus GKI Yasmin. “Eksistensi pemerintah dipertanyakan,” ujarnya, Senin (29/10).

Dalam konteks kerukunan umat beragama, Hendrik mengatakan, hanya beberapa daerah di Indonesia yang mampu menunjukkan hal itu, di antaranya Sulawesi Utara, Bali, dan Yogyakarta. Ketiga daerah itu, kata dia, harus menyebarluaskan aura kerukunan antarumat beragama ke seluruh pelosok negeri.

“Ini gerakan pluralisme besar-besaran yang kami buat agar bergaung ke Nusantara, bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi bangsa yang hidup dengan keberagaman,” katanya. Oleh karena itu, kata dia, pemuda harus menjadi garda terdepan untuk menggaungkan semangat kerukunan beragama.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Unika Atma Jaya sponsori penanaman 55.000 mangrove dengan melibatkan 1.500 relawan
  2. Penembak Paus Yohanes Paulus II ingin bertemu Paus Fransiskus
  3. Pertama kali PGI punya ketua umum perempuan
  4. Paus Fransiskus: Aborsi, euthanasia adalah dosa
  5. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  6. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  7. Pesan Sidang Tahunan 2014 KWI: Mewartakan Sukacita Injil
  8. Keluarga Kristen Laos diusir setelah menolak meninggalkan iman mereka
  9. Indonesian Youth Day 2016, KWI berencana undang Paus Fransiskus
  10. Mgr Soegijapranata dan Romo Mangun jadi tokoh kesetaraan Indonesia dalam acara Bandung Lautan Damai
  1. Wapres: Masih banyak pemimpin yang “jual murah” surga
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus adakan undian barang hadiah untuk menggalang dana bagi tunawisma
  4. Forum Keagamaan: Perubahan iklim adalah sebuah masalah moral
  5. Amnesty Internasional kritik UU Penodaan Agama di Indonesia
  6. Belajar Toleran seperti Warga Desa Boro
  7. Unika Atma Jaya sponsori penanaman 55.000 mangrove dengan melibatkan 1.500 relawan
  8. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan SIGNIS Asia
  9. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  10. Intoleransi masih dibiarkan
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online