UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kehidupan Religius dalam krisis, kata para superior

31/10/2012

Kehidupan Religius dalam krisis, kata para superior thumbnail

 

Kehidupan para imam, suster dan bruder melewati sebuah krisis komitmen, namun krisis ini hanya salah satu di antara berbagai keprihatinan utama, kata para pemimpin Religius dalam pertemuan nasional Konferensi Pemimpin Tarekat Religius India (CRI, Conference of Religious India).

Sekitar 550 superior jenderal dan provinsial dari berbagai kongregasi bertemu pada 28-31 Oktober di Hyderabad, ibukota negara bagian Andhra Pradesh,  yang difokuskan pada inovasi-inovasi untuk meningkatkan efektivitas lebih besar dalam hidup bakti.

Pertemuan tiga tahunan itu, pada Senin, para delegasi berbicara tentang jumlah anggota kongregasi yang berkurang.

“Kehidupan Religius sedang melewati sebuah krisis identitas dan komitmen,” kata Suster Bambina Matilda Monteiro.

Ia menambahkan, “individualisme telah membuat anggota menjadi rapuh.”

Pembicara lain membahas bagaimana menggabungkan kecerdesan spiritual dengan pengatahuan humaniora dan menyelaraskannya dengan formasi yang tidak seimbang di antara memperkuat spiritualitas dan mengembangkan keterampilan.

Kurangnya kesadaran media di kalangan Religius dan bagaimana untuk menghubungi dan berkomunikasi dengan orang-orang media adalah keprihatinan lain yang mereka hadapi. Ini adalah sebuah prioritas karena laju media interaktif baru yang cepat, kata mereka.

Para superior juga menjelaskan perlunya kerja sama dan networking antar-kongregasi. “Apa yang bisa dilakukan bersama-sama seharusnya tidak dilakukan sendiri,” kata Bruder Montfort  Mani Mekkunnel.

Sebuah keprihatinan juga muncul bahwa ada ”tembok-tembok yang tak bisa dipecahkan” di India, tidak hanya di kalangan anggota kongregasi, tetapi juga di kalangan kongregasi sendiri.

Pastor Francis Serrao SJ mengusulkan bahwa semua, baik  individu maupun kelompok, berusaha “mengubah tembok-tembok itu menjadi jembatan” bagi umat beriman demi panggilan Religius mereka.

Kekhawatiran lain adalah relasi tarekat Religius yang tidak cocok dengan para uskup. Sebagian besar terkait dengan tanah dan properti yang dimiliki dan dikelola terutama oleh Religius wanita yang sering diambil oleh para uskup.

Cara untuk mengatasi hal ini adalah membuat kesepakatan, tertulis dan legal di antara kongregasi Religius dan uskup. Para delegasi juga mengusulkan bahwa para pemimpin Religius mengetahui dan memahami hak-hak yang diberikan kepada mereka oleh hukum kanonik dan hukum perdata.

CRI memiliki total 334 kongregasi dan 822 pemimpin Religius yang mewakili lebih dari 125.000 bruder, pastor dan suster di India. Sebagian besar sekolah, rumah sakit, pusat-pusat pelayanan sosial dan lembaga-lembaga lain dari Gereja Katolik dikelola oleh kelompok ini.

Sumber: Religious life in crisis, say superiors

 

  • Mira Wati

    Memprihatinkan juga, malah ada seorang suster yang malam-malam SMS pada seorang suami dari keluarga yang baik-baik…namanya KRISIS PANGGILAN, mudah-mudahan Tuhan mengukuhkan kembali panggilannya.

  • http://www.facebook.com/frans.tantridharma Frans Tantridharma

    Ada semacam ketidakpercayaan terhadap para pastornya yang dikelilingi banyak perempuan. Para pastor juga mengharapkan doa-doa kita u mereka, selain umat perlu mempunyai pandangan yang sehat ttg seksualitas dalam diri sendiri.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus merasa sedih pembunuhan imam Yesuit di Suriah
  2. Yesus lebih populer di Weibo Cina
  3. Demi kebangsaan, ketua PBNU tolak koalisi partai Islam
  4. GKI Yasmin tidak masuk 5 prioritas walikota Bogor
  5. Motto dan Logo terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Korea
  6. Uskup Agung Myanmar berbicara menentang UU baru terkait agama dan ras
  7. Paus Fransiskus ajak umat untuk refleksi selama Pekan Suci
  8. Paus Yohanes Paulus II turut menjatuhkan komunisme
  9. Vatikan dan para penegak hukum bersatu melawan perdagangan manusia
  10. Pakta Integritas, Peluang Titik Balik Pendidikan
  1. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban diri
  2. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  3. GP Ansor terjunkan 300 personel amankan Paskah
  4. Asia Bibi merayakan Paskah di balik jeruji besi
  5. Uskup Filipina menyerukan gencatan senjata selama Pekan Suci
  6. 52 persen dari 239 anak alami kekerasan seksual
  7. 245 kasus intoleransi di Indonesia dalam setahun
  8. Lama Tak Mendengar Ceritamu Hai Perempuan!
  9. Pastor pembela hak Tamil masuk dalam daftar “teroris” oleh pemerintah
  10. Vatikan angkat seorang profesor wanita jadi penasehat
  1. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  2. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  3. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  4. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  5. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
  6. Sepertinya penulisan oleh Tempo mungkin tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahw...
    Said on 2014-04-07 17:15:00
  7. Disebut FUI, ataukah FPI? Sepertinya pengacauan mereka menjadi kebanggaan pemer...
    Said on 2014-03-31 17:23:00
  8. Sambut baik pesan MUI agar tidak takut memilih non-Muslim. Dimana kita berada, a...
    Said on 2014-03-25 08:34:00
  9. Yang sulit kan menemukan bawahannya yang dapat dipercaya tulus, mau berdedikasi ...
    Said on 2014-03-23 10:38:00
  10. Ya, saya akan doa dulu mulai sekarang kepada Bunda Maria agar ada caleg yang tah...
    Said on 2014-03-05 14:59:00
UCAN India Books Online