UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Umat beriman berbagi kisah mereka tentang kekuatan doa

31/10/2012

Umat beriman berbagi kisah mereka tentang kekuatan doa thumbnail

 

Selama beberapa dekade, Marie Magdalena Nguyen Thi Yen dianggap orang asing oleh orang tua suaminya yang beragama Buddha. Mereka memprotes pernikahannya dengan tidak menghadiri pernikahan itu dan menuduhnya membujuk putra tertua mereka masuk agama Katolik.

Yen, 69, mengatakan anak-anaknya juga tidak diperhatikan oleh para anggota keluarga suaminya.

“Saya mencoba untuk menjalani kehidupan yang baik dengan mencintai, menghormati dan memelihara mereka seperti orang tua saya, sambil terus berdoa kepada Tuhan untuk mengubah pikiran mereka,” katanya. “Berkat doa-doa saya, mereka baru-baru ini menerima saya sebagai Katolik.”

Kisahnya Yen disambut dengan tepuk tangan oleh sekitar 1.000 orang pada pertemuan antaragama di Ho Chi Minh City pada hari Sabtu.

Pertemuan yang bertajuk “Bersama meringankan penderitaan”, dihadiri oleh klerus, tokoh agama lain, dan umat awam yang mewakili kepercayaan Baha’i, Buddha, Katolik, Islam, Protestan dan agama-agama asli seperti Cao Dai, Hoa Hao dan Minh Ly Thanh Hoi.

Para peserta berbagi pengalaman mereka tentang kekuatan doa, menyanyikan lagu-lagu pujian dan membacakan puisi-puisi religius.

“Jika kita dikelilingi oleh berbagai kesulitan serius dan penderitaan, kita harus berdoa kepada Tuhan yang selalu menyelamatkan kita,” kata Vo Ngoc Hong Phuc, seorang Baha’i.

Penganut Cao Dai Le Nhu Hung juga sepakat. “Sebagai orang beragama, kita harus bergantung pada kasih karunia Allah untuk meringankan beban penderitaan kami.”

Imam Muslim Trinh Ngoc Dat mendesak para peserta untuk mengunjungi dan memberikan dukungan material dan spiritual bagi para korban bencana alam, orang lansia tanpa kerabat, pasien dan orang terpinggirkan.

Terlepas dari kenyataan bahwa Joseph Chau Ngoc Thinh, 52, menderita tumor pada kulitnya, “Saya merasa beruntung daripada yang lain,” katanya.

Thinh, seorang awam Katolik, mengatakan ia telah secara rutin mengunjungi para pasien kanker di rumah sakit setempat selama 20 tahun terakhir.

“Saya berdoa setiap hari kepada Tuhan untuk memberikan saya kekuatan sehingga saya bisa menjalani kehidupan dengan baik sebagai saksi Tuhan,” katanya.

Minh Tue, seorang biksu, mengatakan pertemuan itu meningkatkan kesadaran iman yang kuat membantu orang untuk melepaskan penderitaan mereka di tengah masyarakat.

Dia mengatakan para penganut lokal hidup rukun dan bekerja sama untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin di kota.

Pastor Francis Xavier Bao Loc, ketua panitia Dialog Interfaith tersebut, mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk mempromosikan dialog dan kerjasama di kalangan para penganut lokal untuk kebaikan bersama.

Acara ini juga menandai peringatan 50 tahun Konsili Vatikan II dan memperingati 100 tahun Han Mac Tu, seorang penyair Katolik yang menderita kusta dan melahirkan banyak puisi hebat Katolik. Dia meninggal tahun 1940.

Dengan lilin bernyala di tangan, peserta menutup pertemuan itu dengan doa untuk orang yang menderita dan Doa Perdamaian oleh St. Fransiskus Assisi.

Sumber: Faithful share their stories of the power of prayer

 

  • http://www.facebook.com/frans.tantridharma Frans Tantridharma

    Mau bertemu dengan Tuhan? Cukup melalui doa kita.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Anggota Kongres AS: Ada 'jurang besar' di antara pemerintah Tiongkok dan Gereja Katolik
  2. Para pemimpin agama ASEAN bahas perdamaian
  3. Fransiskan India memerangi kekerasan terhadap perempuan
  4. Pemerintah berpihak pada FPI menentang pernikahan beda agama
  5. Para uskup isyaratkan untuk mengubah dokumen akhir Sinode
  6. Tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla dilarang masuk Malaysia
  7. Pastor, suster gelar unjuk rasa di Komnas HAM desak pencabutan izin tambang
  8. Romo Benny: Basuki harus dialog dengan para penentangnya
  9. SBY dinilai gagal membebaskan perempuan dari kemiskinan
  10. 10 nilai merah dalam rapor Presiden SBY
  1. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  2. Uskup Agung Kuala Lumpur fokus pada kaum muda
  3. Fransiskan India memerangi kekerasan terhadap perempuan
  4. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  5. Para pemimpin agama ASEAN bahas perdamaian
  6. SBY dinilai gagal membebaskan perempuan dari kemiskinan
  7. Anggota Kongres AS: Ada ‘jurang besar’ di antara pemerintah Tiongkok dan Gereja Katolik
  8. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  9. Pengadilan Pakistan pertahankan hukuman mati terhadap seorang ibu Kristen
  10. Negara tidak boleh diam terkait aksi anarkis berbau agama
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online