UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Warga Rohingya menghadapi masa depan yang suram

31/10/2012

Warga Rohingya menghadapi masa depan yang suram thumbnail

 

Setelah seminggu akibat kekerasan tak terduga yang terjadi belum lama ini, orang-orang Rohingya terus menghadapi pergolakan dan masa depan yang suram.

Bentrokan pekan lalu di beberapa bagian Rakhine telah menewaskan sedikitnya 88 orang dan memaksa sekitar 28.000 meninggalkan rumah-rumah mereka. Sementara pertempuran dilaporkan telah mereda di zona utama konflik, dan perkembangan diplomatik tidak membawa kabar baik.

Pada Senin Pemerintah Bangladesh mengatakan kepada Pemerintah Myanmar untuk menangani para pengungsi Rohingya, seraya menambahkan berbagai akses ke negaranya akan tetap ditutup bagi para pengungsi yang berusaha menyeberangi perbatasan.

Menteri Luar Negeri Dipu Moni mengatakan pemerintah Myanmar harus menjamin keamanan dan keselamatan rakyatnya.

“Kami perlu memastikan bahwa isu Rohingya di Myanmar tidak menciptakan masalah bagi Bangladesh,” kata wanita itu.

Komentar Moni muncul ketika PBB mengimbau Bangladesh untuk membuka perbatasannya bagi orang-orang yang melarikan diri dari aksi kekerasan terbaru.

Dhaka mengatakan negaranya telah mengalami berulang kali masuknya warga Rohingya dari negara bagian Rakhine akibat bentrokan.

Pada akhir pekan pihak berwenang Bangladesh menutup perbatasan bagian tenggara negara itu di distrik Cox Bazar, dengan memulangkan kembali lebih dari 50 pengungsi dan mencegah 3.000 orang untuk menyeberangi Sungai Naf, batas maritim, dengan menggunakan kapal nelayan.

“Menurut petunjuk pemerintah, kami harus bersiaga tinggi untuk menghalangi para pengungsi Rohingya. Kami tidak akan membiarkan mereka masuk,” kata Ruhul Amin, administrator distrik itu di Cox Bazar.

Sementara itu, Surin Pitsuwan, Sekjen Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengingatkan bahwa masalah Rohingya dapat menggoyahkan kawasan Asia Tenggara.

“Mereka [para Rohingya] saat ini berada di bawah tekanan luar biasa dan menderita. Jika masyarakat internasional, termasuk ASEAN, tidak mampu meredakan tekanan dan penderitaan itu, [mereka] bisa menjadi radikal  dan seluruh kawasan itu bisa tidak stabil, termasuk Selat Malaka,” katanya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan bahwa Selat Malaka telah menjadi salah satu faktor ekonomi yang paling penting di kawasan Asia Tenggara. Jalur laut ini berfungsi sebagai saluran pengiriman utama antara India dan Samudra Pasifik, dan menghubungkan perekonomian Asia seperti India, Cina, Jepang dan Korea Selatan.

“Hal yang harus dilakukan adalah melakukan pendekatan kemanusiaan, untuk membebaskan mereka dari belenggu kemiskinan, terisolasi dan pemindahan secara paksa,” lanjutnya.

Namun, ia sepakat dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Ia mengatakan pemerintah Myanmar harus menyelesaikan keamanan, politik, hak asasi manusia dan isu-isu demokrasi.

Dia melihat isu Rohingya bukan sebagai konflik agama antara Muslim dan Buddha. “Tempat ini adalah strategis dan masalah keamanan,” katanya. “Kita harus sangat berhati-hati.”

Sumber: More talk but no relief for Rohingyas




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja di NTT dapat nilai merah untuk keterlibatan sosial
  2. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  3. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  4. Vietnam tangkap dua blogger karena melawan pemerintah
  5. Hati yang beku akan membuatmu berpaling dari Tuhan
  6. Pelaku pedofilia berkeliaran di Indonesia, keluarga Katolik cemas
  7. Tokoh Katolik ini calon presiden terkuat Korea Selatan
  8. Bangladesh waspadai kebangkitan militansi Muslim
  9. Ribuan umat Katolik hadiri acara tahbisan Uskup Sintang
  10. Paus minta para imam agar selalu mau mendengar pengakuan
  1. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
  2. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  3. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  4. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
  5. Agak kecewa sih sebenarnya, tapi ya sudahlah apa boleh buat.tetep semangat aja b...
    Said Noendi on 2017-03-21 15:06:40
  6. memang dilema misa perkawinan dengan lagu2 berirama pop. di madah bakti dan puji...
    Said billy suandito on 2017-03-21 11:27:37
  7. profisiat untuk keuskupan agung semarang, yang telah mendapat Uskup Baru....
    Said rony on 2017-03-21 09:49:12
  8. KHususnya pekerja di Indonesia, bahwa Perusahaan adalah segalanya, pemerintah pu...
    Said anterajaya on 2017-03-17 08:49:31
  9. Salam...
    Said Victor WP on 2017-03-15 20:36:20
  10. Permohonan maaf secara terbuka kiranya dapat menggantikan rasa luka hati sekalig...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-14 11:12:34
UCAN India Books Online