UCAN Indonesia Catholic Church News

Pleno para uskup Asia dijadwal ulang

05/11/2012

Pleno para uskup Asia dijadwal ulang thumbnail

 

Pengumuman Konsistori tak terduga oleh Paus Benediktus XVI dengan mengangkat enam kardinal baru telah mengakibatkan penjadwalan ulang sidang pleno Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC) di Vietnam.

Penjadwal ulang itu telah menyebabkan reaksi beragam di dalam Gereja Asia.

Pleno  tersebut telah dijadwalkan akan berlangsung di pusat pastoral keuskupan Loc Xuan, dekat Ho Chi Minh City, pada 19-25 November. Pleno tersebut menandai 40 tahun FABC.

Tapi, setelah pengumuman Paus Benediktus terkait Konsistori pada 24 November, di mana Uskup Agung Antonio Tagle dari Manila dan Uskup Agung Baselios Cleemis Thottunkal dari Trivandrum, India, akan diterima secara resmi sebagai kardinal. Pertemuan itu telah tergesa-gesa dijadwal ulang pada 10-16 Desember. Namun, tempat untuk pertemuan akan tetap sama.

Pastor Federico Lombardi, kepala juru bicara Vatikan, mengatakan kepada ucanews.com bahwa “keputusan itu merupakan sesuatu yang sangat pribadi dari Paus. Semua diputuskan dalam jangka waktu yang relatif singkat.”

Seorang pejabat Vatikan lain mengutip pemberitahuan pada 13 Oktober, mengenai penunjukkan Gaudencio Kardinal Rosales, mantan uskup agung Manila, sebagai utusan kepausan untuk pleno tersebut. Penunjukkan ini juga merupakan sebuah indikasi lain tak terduga dari pengumuman Paus.

Tapi, Pastor Raymond O’Toole, asisten sekjen FABC yang berbasis di Hong Kong, tampaknya untuk menghindar tanggapannya terkait keputusan tersebut dan ia mengatakan “semuanya berjalan lancar, itu hanya masalah pergantian tanggal.”

Dia menambahkan bahwa sebagian besar dari para uskup Asia telah dihubungi, dan  sejauh ini mereka mengatakan mereka akan bersedia dengan tanggal baru tersebut, meski ada kekhawatiran sebelumnya bahwa kedekatan dengan perayaan Natal yang dapat menggangu agenda mereka.

Mereka yang tidak bisa hadir akan mengatur untuk mengirimkan pengganti, kata Pastor O’Toole.

Monsignor Savio Hon Tai Fai, sekretaris Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa Vatikan, yang menangani Gereja di Asia, menekankan bahwa keputusan untuk menunda pleno itu membuat FABC mandiri.

Dia menambahkan bahwa Prefek Kongregasi itu, Fernand Kardinal Filoni, telah menolak undangan untuk menghadiri pertemuan FABC, tapi sekarang akan dapat dievaluasi kembali sesuai tanggal baru.

Bulan lalu, ketika tanggal itu masih ditetapkan pada November, sudah ada pemberitahuan bahwa beberapa uskup mengalami kesulitan untuk mendapatkan visa.

Tapi, Jean  Baptiste Kardinal Pham Minh Man dari Ho Chi Minh City menegaskan bahwa Gereja Vietnam sudah tidak mengalami kesulitan dari pemerintah terkait pleno ini.

Pemerintah meminta daftar peserta dan surat undangan yang ditandatangani oleh sekjen FABC, Oswald Kardinal Gracias, dan Uskup Agung Peter Nguyen Van Nhon, ketua Konferensi Waligereja Vietnam.

Para peserta telah diberikan jaminan bahwa kedutaan-kedutaan Vietnam akan membantu visa yang diperlukan.

Sumber: Asian bishops’ plenary hurriedly rescheduled

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  2. Umat Katolik Paroki Santa Clara merindukan gereja
  3. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  4. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si' dalam mengatasi perubahan iklim
  5. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  6. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  7. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  10. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  1. Umat Katolik menyerukan kanonisasi mantan uskup agung Dhaka
  2. OMK Kamboja dan Laos rayakan Hari Kaum Muda pertama
  3. Pembangunan katedral bersejarah di Singapura masih butuh dana
  4. Umat Katolik Paroki Santa Clara merindukan gereja
  5. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  6. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  7. Gereja: UU Ras dan Agama Myanmar bisa menimbulkan perpecahan
  8. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  9. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si’ dalam mengatasi perubahan iklim
  10. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  1. Kapan Tiongkok itu jadi negera yang normal - sehat lahir batin?...
    Said on 2015-09-03 08:54:00
  2. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  3. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  4. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  5. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  6. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  7. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  8. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  9. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  10. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
UCAN India Books Online