UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Imam mempersalahkan perusahaan tambang terkait pembunuhan keluarga

06/11/2012

Imam mempersalahkan perusahaan tambang terkait pembunuhan keluarga thumbnail

 

Para pejabat Pertambangan Sagitarius harus bertanggung jawab atas pembunuhan yang dilakukan oleh militer terhadap sebuah keluarga suku pada akhir bulan lalu, kata seorang misionaris Italia yang telah bekerja di Mindanao selama empat dekade.

“SMI menjadi penyebab mengapa militer ikut campur tangan, mengapa warga terpecah belah, mengapa banyak orang takut kehilangan air dan lahan mereka sendiri,” kata Pastor Peter Geremia dari Institut Kepausan untuk Misi Asing dan koordinator Kerasulan Warga Suku Filipina dari keuskupan Kidapawan .

Tiga belas prajurit akan menghadapi pengadilan militer karena diduga membunuh keluarga seorang kepala suku yang telah memimpin perlawanan terhadap tambang emas dan tembaga yang dimiliki oleh Xstrata Copper and Indophil Resources NL dari Australia, kata militer pekan lalu.

Penyelidikan telah menemukan bahwa tentara “lalai” dan tidak mengikuti peraturan. Mereka mungkin menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Pembunuhan Juvy, 27,  istrinya Daguil Capion yang sedang hamil, dan putranya Pop, 13, dan John, 8, memicu kemarahan di Mindanao, di mana Xstrata Copper and  Indophil Resources yang berbasis di Melbourne berencana untuk menghabiskan dana senilai $ 5,7 miliar untuk membangun tambang emas dan tembaga terbesar di Asia Tenggara di kota Tampakan.

Seorang juru bicara Pertambangan Sagitarius mengatakan pihaknya tidak mentolerir kekerasan itu dan merasa “sedih” dengan pembunuhan itu.

Namun, Pastor Geremia menyalahkan operasi penambangan di daerah tersebut untuk menciptakan kekerasan dan perpecahan di kalangan masyarakat adat di daerah itu.

Imam itu mengatakan para tentara yang terlibat dalam pembunuhan itu “bukan prajurit Filipina, tetapi tentara bayaran dari sebuah perusahaan asing yang membayar untuk membunuh siapa pun yang menentangnya.”

Sumber: Priest blames mining company for family killing




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XIII/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. 60 pengungsi Korea Utara dibaptis di Gereja Katolik Seoul
  3. Keuskupan Agung Semarang prioritaskan penyandang cacat
  4. Siapkan menu sahur, puasa pasangan beda agama
  5. LSM internasional desak PBB selesaikan pelanggaran HAM Papua
  6. Lokakarya Beijing ‘mendidik’ para rohaniwan Katolik
  7. Tahun Kerahiman, kesempatan pengampunan dan pembaharuan rohani bagi umat Katolik Pakistan
  8. Polisi secara brutal menyerang dan menyeret umat Katolik yang sedang berdoa
  9. Umat Kristiani Banglades berdoa bagi perdamaian
  10. Korupsi ancam eksistensi Pancasila
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online