UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pahami agama sesuai domainnya

14/11/2012

Pahami agama sesuai domainnya thumbnail

Komaruddin Hidayat

 

Cendekiawan Muslim Prof Komaruddin Hidayat mengatakan setiap pemeluk agama harus mampu memahami agama sesuai domainnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Setidaknya, ada empat domain atau wilayah dalam agama,” katanya, usai menjadi pembicara seminar “Membangun Kepemimpinan Masa Depan Indonesia” di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Selasa.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebutkan domain pertama: ranah pribadi yang sifatnya privat dan individual bagi pemeluk agama dalam menjalankan ibadah.

Pada domain pribadi, katanya, setiap pemeluk agama bisa menjalankan ibadah secara bebas tanpa ada yang membatasi atau orang lain yang mengurusi, sebab hubungannya bersifat vertikal langsung dengan Tuhan.

“Misalnya, puasa. Orang mau puasa atau tidak yang tahu hanya dirinya sendiri dan Tuhan. Tidak ada orang lain yang tahu apakah puasa yang dijalankannya didasarkan atas keikhlasan dan ketulusan,” katanya.

Beranjak pada domain kedua: ranah komunal, katanya, kebebasan sudah mulai terkurangi dengan aturan-aturan yang muncul dari kelompok atau jamaah, tetapi aspek-aspek keagamaannya masih sangat mendominasi.

“Pada ranah komunal ini paham keagamaan dan keimanan seseorang akan terbentuk dan terbina secara efektif. Sebab, pemeluk agama memang harus yakin bahwa agamanya benar, misalnya di kelompok masjid,” katanya.

Namun, katanya, pada domain ketiga: ranah  publik, komunitas suatu agama akan bertemu dengan komunitas agama lain sehingga bukan hukum agama yang berlaku jika ada yang melanggar, tetapi hukum positif.

“Kalau saya misalnya melanggar di jalan raya, urusannya bukan dengan hukum agama. Hukum positif yang berlaku, polisi yang akan menindak,” kata pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 18 Oktober 1953 itu.

Pada domain keempat: ranah negara, ungkap dia, pemerintah memiliki otoritas dan tugas untuk melindungi warga negaranya, tidak memedulikan agama atau etnisnya, sebab seluruh warga negara harus dilindungi.

“Misalnya begini, kita tahu ajaran Islam tentang antikorupsi, melarang tindak korupsi. Namun, jika ada koruptor, apa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kemudian menangkap para koruptor itu? Tidak,” katanya, seperti dilansir antaranews.com.

Yang harus menindak, kata Komaruddin, tentu institusi negara yang memiliki kewenangan, seperti polisi, dan tidak diperbolehkan lembaga agama, termasuk Islam mengambil alih wilayah tugas kepolisian untuk menindak.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  3. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  4. Vatikan bentuk sebuah komisi untuk merampingkan prosedur pernikahan
  5. 'Pacem in Terris' menarik non-Katolik di Jepang
  6. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  7. Jokowi: Konflik berlatar belakang agama bisa diselesaikan dengan pendekatan ke masyarakat
  8. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  9. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  10. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  1. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  2. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  3. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  4. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  5. Minoritas agama menuntut pemerintah bertindak tegas terkait kampanye kebencian
  6. Menerapkan Revolusi Mental
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Para uskup Korea luncurkan program 9 pekan menentang nuklir
  9. RUU Pilkada baru disahkan, Koalisi Masyarakat Sipil langsung ajukan Uji Materi ke MK
  10. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online