UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Seruan dialog baru mungkin diabaikan, kata komentator

14/11/2012

Seruan dialog baru mungkin diabaikan, kata komentator thumbnail

 

Pesan terbaru Fernando Kardinal Filoni untuk Cina, di mana ia menyerukan untuk melanjutkan kembali dialog, para pengamat Gereja di Cina menyatakan waktunya kurang tepat karena akan mengurangi efektivitasnya.

Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa Vatikan itu merilis artikelnya pada 25 Oktober. Suster Beatrice Leung Kit-fun, seorang profesor politik di Macau, mengatakan rencana tersebut, meskipun bermaksud baik, mungkin lemah akibat pemahaman yang tidak cukup tentang situasi Cina saat kini.

“Para pemimpin negara itu sedang sibuk dengan kongres nasional [8-15 November] karena mereka hanya menyelesaikan daftar para calon bagi komite Politbiro hingga menit terakhir,” kata biarawati dari Amal Kasih Darah Mulia (ADM) itu.

“Mereka sangat mungkin menutup telinga dengan seruannya sekarang, meskipun mereka mungkin mempertimbangkan kembali ketika kepemimpinan baru membahas bidang agama.”

Dia juga menyatakan rasa pesimisnya terkait kemajuan yang signifikan dalam hubungan Gereja-negara, dengan memprediksikan bahwa pihak berwenang Cina “akan memperketat pengontrolan terhadap ideologi ke depan untuk menjaga stabilitas internal.”

Menurutnya, komunike April dari Komisi Vatikan untuk Gereja Katolik di Cina, yang menekankan bahwa “evangelisasi tidak dapat dicapai dengan mengorbankan unsur-unsur penting dari iman Katolik,” itu cukup jelas dan memadai.

“Pesan kardinal sama dengan peribahasa Cina,” katanya. “Ini seperti melukiskan kaki di atas seekor ular.”

Anthony Lam Sui-ki, peneliti senior di Pusat Studi Roh Kudus Keuskupan Hong Kong, setuju bahwa ini adalah saat yang kurang tepat bagi Cina untuk menanggapi pesan Kardinal Filoni.

“Pihak berwenang Beijing memiliki berbagai isu mendesak untuk ditangani sekarang,” katanya. “Apakah mereka memiliki waktu luang untuk menangani hubungan Sino-Vatikan?”

Namun, ia mengakui bahwa surat kardinal merupakan upaya positif untuk mengungkapkan harapannya untuk dialog sementara ia menjelaskan meski ada batu sandungan.

“Kita harus sabar,” katanya. “Bahkan jika Cina tetap diam, saya percaya pesannya masih akan diperhatikan.”

Kwun Ping-hung, pengamat lain yang berbasis di Hong Kong,  menjelaskan bahwa sementara Kardinal Filoni menyerukan dialog baru, ia juga menegaskan prasyarat Gereja dan menekankan posisi Vatikan dengan menyebutkan tiga permasalahan: kontrol negara atas Gereja; penunjukan calon uskup, dan campur tangan uskup tidak sah dalam pentahbisan uskup.

Dia berspekulasi bahwa beberapa uskup dari komunitas Katolik ‘terbuka’ mungkin merasa dibebaskan dari tekanan untuk ke luar dari Asosiasi Patriotik Katolik, karena mereka akan merasakan semangat Vatikan untuk dialog yang nyata dari pesan Kardinal Filoni.

Di sisi lain, pesan itu dapat mendorong komunitas Gereja  “tidak diakui” untuk lebih dekat dengan pemerintah, jadi apakah artikel ini membantu rekonsiliasi di antara kedua komunitas berbeda bisa diragukan, katanya.

Namun, Ren Yanli, seorang mantan peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences di Beijing, memiliki pandangan yang berbeda. Ia percaya kardinal itu jelas menyatakan prinsip-prinsip dan posisi Gereja dalam pesannya, meskipun “umat Katolik bawah tanah mungkin berpikir hal itu masih samar sementara Katolik terbuka mungkin berpikir itu terlalu kuat.”

Ren juga memberikan apresiasi atas inisiatif Kardinal Filoni untuk memecahkan kebuntuan di antara Cina dan Vatikan dan mendukung waktu yang tepat terkait sarannya untuk menciptakan sebuah komisi tingkat tinggi untuk dialog.

“Niat baik dapat menarik perhatian para pemimpin Cina dan bermanfaat bagi  pengembangan hubungan,” katanya.

Sumber: Call for new dialogue may go unheeded, say commentators

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  3. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  4. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  5. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  6. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  7. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  8. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  9. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  10. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online