UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kualitas guru Indonesia masih rendah

15/11/2012

Kualitas guru Indonesia masih rendah thumbnail

 

Tenaga pengajar atau guru di Indonesia tidak menerapkan sistem pengajaran yang ideal di dalam kelas. Program sertifikasi guru juga dinilai tidak mampu meningkatkan kualitas guru.

Guru besar bidang Pendidikan dari Universitas Andalas Fasli Jalal mengungkapkan sesuai hasil video survei Bank Dunia, kualitas guru-guru Indonesia saat ini masih rendah. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas masih jauh dari konsep ideal.

“Ternyata sertifikasi tidak mengubah kualitas guru. Peningkatan kualifikasi akademik tersebut tidak mengubah kualitas kegiatan mengajar di dalam kelas,” tuturnya di sela acara World Innovation Summit for Education (WISE) 2012, di Qatar National Convention Center, Doha, Qatar, Kamis (15/11).

Fasli bekerja sama dengan Bank Dunia dalam melakukan video survei tentang kegiatan belajar mengajar pada 2011 di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Thailand, Jepang, dan lainnya. Rencananya, hasil survei tersebut akan dipublikasikan pada 1-2 bulan mendatang.

Berdasarkan hasil survei tersebut, kata Fasli, terdapat beberapa kelemahan guru dalam KBM.

Pertama, guru terlalu banyak membuang-buang waktu. Misalnya dalam satu jam pelajaran, guru kita menghabiskan 11% untuk hal-hal yang tidak berguna dengan mata pelajaran seperti pengumuman dan lainnya.

Sedangkan di negara-negara lain, hanya 1% dan pengumuman tersebut berkaitan dengan manajemen dari mata pelajaran tersebut.

Kedua, guru-guru memberikan tingkat kesulitan soal terbilang rendah atau lower package order. Mereka tidak mendorong pars muridnya untuk lebih maju lagi. Akibatnya cara pemikiran para pelajar tertinggal.

“Hanya 10% guru yang memberikan soal bagi murid dengan jawaban lebih dari satu. Murid didengar bagaimana dia memandang soal tersebut. Di negara lain, sampai 76% dari soal-soal memungkinkan murid jawab persoalan lebih dari satu jawaban,” sebutnya.

Ketiga, guru yang tidak memberikan pelajaran berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara di Amerika Serikat, guru menjabarkan materi pendidikan dengan kehidupan sehari-hari sampai 3 kali lipat dan Jepang 5 kali lipat.

“Saya lihat penguasaan terhadap materi dan pelaksanaan pembelajaran dengan pedagogi juga lemah,” tuturnya. “Hasil survei ini rupanya masih sama dengan hasil survei serupa yang dilakukan pada tahun 2007.”

Program sertifikasi guru diterapkan di tanah air sejak 2009. Program yang bertujuan peningkatan kualitas tenaga pengajar itu diimplementasikan melalui Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 mengenai jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

Menurut Fasli, tidak berdampaknya program sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas guru karena tidak adanya monitoring atau pemantauan di lapangan.

“Program sertifikasi guru ini kan masih bersifat sertifikatnya saja, masih terbatas ijazah. Tapi bagaimana dia melakukan tidak dideteksi, tidak ada program memperbaiki,” jelasnya.

Pemerintah, ujar dia, seharusnya menerapkan program monitoring seperti training meet bagi guru-guru. Dia menjelaskan, saat ini ada uji kompetensi itu. Melalui uji kompetensi tersebut, semua profil guru tercatat baik kelebihan maupun kelemahan mereka.

“Sehingga dalam trainer meet, kita akan latih kelemahannya apa yang menjadi kekurangannya. Jadi tidak belajar bersama lagi. Ini evaluasi juga, managing plan, bagaimana memperkenalkan teknologi, dan lainnya,” tuturnya.

Selain itu, para guru juga diberi program peningkatan kompetensinya tiap tahunnya. “Akan tetapi, program tersebut dipantau oleh Kepala sekolah, guru sendiri harus menunjukkan bahwa dia telah memenuhi kompetensi tersebut, dan dibantu oleh kakadin ppmp dan program p4 TK,” ujarnya, seperti dilansir mediaindonesia.com.

 

  • Anonymous

    poin pertama, saya setuju.poin ke 2, ini ada alasan mungkin dari bentuk soal yang ditetapkan pemerintah,mis.soal UN yang berbentuk pilihan ganda.ini memungkinkan adanya jawaban yang harus tunggal dan seragam.mengapa tidak dikembangkan soal dalam bentuk essay ? soal essay sangat memungkinkan siswa memiliki jawaban yang beragam.bgmn murid mau memiliki jawaban yang lebih dari satu ?kan sudah terpola oleh bentuk soal pilihan ganda…!
    Mengenai sertifikasi, ga perlulah terlalu gembar-gembor… cairnya aja tak menentu…! UKG? kayaknya pemerintah sendiri yang tidak siap mengadakan tes.UKG yang saya alami ga lancar banget..! mengapa tidak diberdayakan pengawasa dan penilain oleh kepala sekolah yang terlibat langsung dengan keseharian guru-gurunya? atau melalui data laporan para pengawas? apakah itu kurang akurat dan mereka tidak dapat dipercaya? kalau tidak dapat dipercaya, mengapa mereka diangkat menjadi kepala sekolah atau pengawas… ? hehehe…. mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  7. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  8. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online