UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Petani memperingati ‘tujuh martir Luisita’

15/11/2012

Petani memperingati ‘tujuh martir Luisita’ thumbnail

 

Para petani dari Luzon Tengah, Filipina berbaris di Istana Presiden di Manila untuk memperingati ulang tahun kedelapan atas pembunuhan para petani di Hacienda Luisita, sebuah estate yang dimiliki oleh keluarga Presiden Benigno Aquino.

Sengketa yang telah berlangsung puluhan tahun, para petani mengklaim bahwa sebagian dari estate dengan luas 6.000 hektar itu, secara nominal dimiliki oleh keluarga Cojuangco Aquino, adalah hak mereka.

Sejumlah petani tewas dan tujuh lainnya hilang tanpa jejak dalam kampanye mereka untuk mendapatkan kembali lahan tersebut.

Tragisnya, tujuh tewas dalam kekerasan terhadap pengunjuk rasa pada 6 November 2004. Para petani mulai protes tiga hari kemarin dengan mengadakan Misa bagi “tujuh martir Luisita” di Tempat Doa Nasional Bunda Maria Pembatu Abadi di ParaƱaque City.

Para petani menuduh presiden itu “bekerja menentang keadilan dan reformasi tanah suku” bahkan tanah milik sendiri. Mereka mengatakan bahwa sejak menjadi presiden, Aquino tidak melakukan apa-apa untuk membawa keadilan bagi para korban pembantaian.

“Kepresidenan Aquino tak berguna bagi para petani dari Hacienda Luisita. Lebih buruk lagi, presiden itu terus mempromosikan kepentingan keluarganya, bukan petani miskin,” kata Joseph Canlas, ketua kelompok tani di Central Luzon.

Aliansi Petani Hacienda Luisita mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal itu tidak akan menghentikan perjuangan “sampai keadilan dipenuhi untuk tujuh martir Luisita itu.”

“Mereka menjadi motor perjuangan kami, yang kami terus lanjutkan hingga hari ini. Ini menegaskan bahwa Hacienda Luisita harus diberikan kepada petani secara gratis dan tanpa proses yang rumit,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah masalah yang tidak terpisahkan. Cojuangco-Aquinos harus bertanggung jawab bersama dengan pelaku lain termasuk pemerintah masa lalu, militer dan polisi.”

Kelompok ini mengimbau para devosan Bunda Maria Pembantu Abadi untuk mendukung mereka.

Konflik tampaknya bergerak menuju resolusi pada April, ketika Mahkamah Agung memerintahkan distribusi lebih dari 4.000 hektar tanah Hacienda Luisita kepada 6.296 orang. Tapi, para petani telah mempertanyakan keakuratan daftar penerima dan seorang pejabat Konferensi Waligereja Filipina telah menyarankan bahwa daftar harus benar-benar disaring.

Pastor Edu Gariguez, sekretaris eksekutif Sekretariat Nasional untuk Aksi Sosial, mengatakan ia telah menerima laporan bahwa ada beberapa pengaduan yang meragukan.

“Jika organisasi-organisasi yang bertanggung jawab atas penyaringan itu percaya bahwa orang tertentu masuk dalam daftar tersebut dan tidak memenuhi syarat maka mereka harus menunjukkan bukti untuk membuktikannya,” katanya, seraya menambahkan bahwa Gereja bersedia membantu memverifikasi daftar.

Sumber: Farmers mark Hacienda Luisita deaths

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus Fransiskus doakan korban gempa di Aceh
  2. Renungan Hari Minggu Adven III/A bersama Pastor Bill Grimm
  3. Presiden Jokowi: Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan
  4. Kongres Katolik yang dikelola negara Tiongkok dijadwalkan setelah Natal
  5. Rumah sakit Gereja berjuang mengatasi ketakutan warga tentang HIV
  6. Uskup tolak distribusi kondom di sekolah
  7. Organisasi mahasiswa lintas agama serukan kemajemukan NKRI
  8. Potret kehidupan dua pelajar SD di Indonesia
  9. Pemerintah Timor Leste dikritik ‘mengabaikan kaum difabel’
  10. KWI dan PGI desak pemerintah moratorium hukuman mati
  1. Merepotkan banyak pejabat... lain kali ditangani dan dilawan sendiri saja sebelu...
    Said Jenny Marisa on 2016-12-08 10:20:27
  2. Setiap kali membaca ttg hukuman mati, ingat Mary Jane.. Untuk orang yang tidak b...
    Said Jenny Marisa on 2016-12-08 09:33:17
  3. Aku ingin kuliah di Vietnam .aku tertarik dng negara itu .aktivitas ya tidak bed...
    Said Roby.chandra on 2016-12-06 23:11:33
  4. Alkitab bahasa kanayant...
    Said Dolina on 2016-12-04 20:38:14
  5. ternyata banyak pengikutnya tidak menemukan ketenangan batin.. tidak ada jaminan...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-30 10:02:53
  6. i Like,..it,.....
    Said Damianus Ahen on 2016-11-28 11:09:07
  7. Dimana toleransi beragama yg selalu di dengung dengungkan,,,...
    Said kamboti marassan salatiga on 2016-11-27 21:01:42
  8. Ada upaya uskup dan menteri yang Katolik.. ini cukup menjelaskan... Semoga napi ...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-23 10:02:16
  9. Terima kasih Pak Benyamin....
    Said cnindonewsletter on 2016-11-22 16:34:32
  10. Terima kasih. Saya senang dengan UCAN INDONESIA. syallom benyamin...
    Said Benyamin Mali on 2016-11-21 16:53:07
UCAN India Books Online