UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Dokter Katolik mengalami tekanan untuk melanggar ajaran Gereja

06/12/2012

Dokter Katolik mengalami tekanan untuk melanggar ajaran Gereja thumbnail

 

Para dokter Katolik di Bangladesh mengatakan mereka sering dipaksa untuk menentang ajaran Gereja terkait aborsi dan Keluarga Berencana (KB) Buatan, dimana pemerintah dan berbagai LSM telah menjalankannya di seluruh negeri dalam upaya untuk mengontrol jumlah penduduk di negeri itu.

Sejak tahun 1990-an KB Buatan diterapkan di negara dengan penduduk lebih dari 152 juta jiwa, penduduk terpadat kedelapan di dunia itu. Aborsi adalah tindakan ilegal karena membahayakan kehidupan ibu, namun para dokter mengatakan aborsi adalah sebuah praktek yang lumrah.

“Banyak kali saya menolak untuk membunuh janin,” kata Dokter Jacqueline Gomes Juni.

Dia mengatakan dengan menolak wanita untuk melakukan aborsi berarti pasien itu tidak akan kembali ke tempat prakteknya. Dengan bercermin pada komitmen dokter itu, sekitar 90 dokter Katolik negara itu berani menolak untuk melakukan praktek aborsi.

Dokter itu mengakui bahwa ia telah melakukan “ratusan” ligasi dengan memasang tabung untuk mencegah kehamilan, yang adalah juga bertentangan dengan ajaran Katolik.

Dokter Gomes menghadiri sebuah lokakarya baru-baru ini bertajuk “Iman dalam kehidupan profesi medis,” yang diselenggarakan oleh Komisi Kesehatan Konferensi Waligereja Bangladesh dan Asosiasi Dokter Katolik di Bangladesh.

Beberapa dokter dalam  program itu mengatakan keputusan aborsi adalah sulit karena praktek itu menguji kesetiaan terhadap ajaran agama mereka, sementara para dokter harus menjalankan tugasnya seprofesional mungkin.

“Setelah saya lulus MBBS, saya mendapat pelatihan tentang Peraturan Menstruasi  (MR), yang merupakan sebuah jenis aborsi induksi,” kata Dokter Anthony Albert, 55, yang bekerja rumah sakit swasta di Dhaka.

“Namun, saya membuat ratusan MR dalam kehidupan saya, sebaliknya, kalau hal itu tidak dijalankan saya mungkin telah kehilangan pekerjaan saya.”

Uskup Theotonious Gomes OSC dari Dhaka, ketua komisi itu, dan pembicara utama pada lokakarya tersebut mengatakan seorang dokter Katolik seharusnya tidak hanya melihat uang.

“Ajaran Katolik menempatkan kehidupan manusia di atas segalanya dan kita tidak boleh mendukung dengan menghancurkan kehidupan itu. Jika iman kita bertabrakan dengan realitas, kita perlu lebih berpegang pada iman kita,” kata uskup itu, yang juga seorang teolog.

Uskup Gomes menambahkan bahwa saat ini mereka sedang berpikir untuk membuat sebuah rumah sakit model Katolik di negeri itu, di mana orang bisa mendapat perawatan sesuai dengan ajaran Katolik.

Suster Mary Olimpia, seorang dokter dari kongregasi Asosiasi Maria Ratu mengatakan dia sering memberitahu para pasien bahwa aborsi itu adalah pembunuhan dan praktek itu adalah ilegal.

“Saya merasa Gereja perlu melonggarkan peraturannya karena para pasien tidak mempertimbangkan semua situasi,” katanya.

“Kadang-kadang”, tambahnya, “tanpa aborsi seorang ibu bisa meninggal atau tanpa alat kontrasepsi keluarga dari pasangan dengan HIV bisa hancur.”

Sumber: Catholic doctors see pressure to violate Church teaching

  • http://www.facebook.com/parokiarnoldus Umat Gereja Arnoldus Bekasi

    “dokter… mengatakan keputusan aborsi adalah sulit karena praktek itu menguji kesetiaan terhadap ajaran agama mereka, sementara para dokter harus menjalankan tugasnya seprofesional mungkin.”

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Keluarga masih menanti terpidana mati Mery Jane kembali ke rumah
  4. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  5. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  6. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  7. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  8. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online