UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Pemerintah akan evaluasi proses rekruitmen buruh migran

06/12/2012

Pemerintah akan evaluasi proses rekruitmen buruh migran thumbnail

 

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar kemarin mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja di luar negeri, terutama di Malaysia menyusul terjadinya peristiwa penyekapan puluhan tenaga kerja perempuan di Malaysia oleh sebuah agen tenaga kerja ilegal baru-baru ini.

“Kita meminta agar Polri lebih agresif lagi untuk menangkap pelaku-pelaku pengiriman TKI ilegal yang mengarah pada aksi trafficking“, kata Muhaimin di Jakarta.

Ia mengacu kepada kasus penyekapan berbulan-bulan terhadap 105 pekerja migran perempuan,  95 orang di antaranya asal Indonesia, 6 dari Filipina dan 5 dari Kamboja di sebuah gedung dan dipaksa bekerja dari rumah ke rumah tanpa mendapat upah. Polisi Malaysia berhasil membebaskan mereka dan menangkap 12 pekerja Agensi Pekerjaan (AP) Sentosa, agen yang menangani mereka.

Tenaga kerja ini masuk ke Malaysia dalam beberapa bulan terakhir secara ilegal yang membuat mereka rentan terhadap aksi kekerasan.

“Mereka dikirim bekerja setiap pagi ke rumah-rumah di sekitar lokasi gedung sebagai pembantu rumah tangga. Saat malam, mereka disekap,” kata Direktur Imigrasi Selangor, Amran Ahmad, seperti dikutip The Star.

Para perempuan itu mengaku, agen pencari kerja yang merekrut mereka mengambil gaji mereka sebagai uang muka untuk jasa perekrutan. Uang yang diambil setara dengan tujuh bulan gaji. Para pembantu rumah tangga ini menerima gaji 230 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta per bulan.

Iskandar mengatakan, selama ini pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para calon buruh migran agar jangan bekerja di luar negeri jika tidak sesuai dengan prosedur resmi yang ada. Namun, ia mengakui bahwa sosialisasi yang lebih masif masih harus dilakukan, begitu juga dengan peningkatan kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak terkait.

“Jangan percaya pada rayuan bahwa berangkat secara ilegal itu murah. Apa pun alasannya itu merupakan penipuan yang nantinya ujung-ujung lebih mahal karena ada biaya transpor tak resmi dan banyak pungutan liar,” kata Muhaimin.

Untuk mengurangi buruh migrant ilegal, pemerintah juga terus berusaha memperkecil biaya penempatan tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri, mulai dari biaya persiapan, pelatihan, transportasi dan biaya lainnya.

Selain perlindungan dalam negeri, Muhaimin juga meminta pemerintah Malaysia agar dapat meningkatkan komitmennya dalam meningkatkan aspek perlindungan buruh migran dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam mempekerjakan buruh migran.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia dan Malaysia akan segera melakukan pertemuan dan rapat secara bilateral untuk membicarakan semua permasalahan ketenagakerjaan yang dijadwalkan pada akhir Desember.

Nur Harsono, Kordinator Divisi Advokasi Kebijakan Migrant Care menyebutkan, tak dapat dipungkiri, selama ini pengiriman buruh migrant banyak dilakukan oleh pihak swasta yang berlaku sebagai calo.

“Fakta di lapangan yang kami temukan, buruh migran dimanfaatkan oleh agen penyalur yang nakal. Selain memungut dana yang umumnya 4 juta rupiah sebelum berangkat, agen juga mendapatkan uang dari hasil potongan gaji setelah buruh migran bekerja. Waktu pulang pun, mereka masih juga diperas, ditagih uang oleh agen, tanpa alasan yang jelas”.

Menurut Harsono, kejadian seperti ini tidak akan terulang, jika pemerintah memotong jaringan para calo.

“Selama calo masih ada, maka buruh migran kita akan terus diperas”, katanya.

Ryan Dagur, Jakarta




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Adven II/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Doa Perdamaian untuk Indonesia di Fatima
  3. Para uskup Jepang ingin tenaga nuklir dihapuskan di seluruh dunia
  4. Situs Santo Fransiskus Xaverius di Tiongkok akan masuk dalam warisan dunia
  5. Kasih sayang dorong seorang biarawati tidak takut melayani ODHA
  6. Satu-satunya Patung Bunda Maria dari Vatikan di Indonesia
  7. Sri Paus serukan seluruh ODHA beroleh perawatan medis
  8. Pakai ikat kepala merah putih, umat lintas agama bersatu dalam acara Nusantara bersatu
  9. Ratusan frater bantu korban bencana alam dan pencemaran laut
  10. Ini tiga cara penyebaran radikalisme di Indonesia
  1. ternyata banyak pengikutnya tidak menemukan ketenangan batin.. tidak ada jaminan...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-30 10:02:53
  2. i Like,..it,.....
    Said Damianus Ahen on 2016-11-28 11:09:07
  3. Dimana toleransi beragama yg selalu di dengung dengungkan,,,...
    Said kamboti marassan salatiga on 2016-11-27 21:01:42
  4. Ada upaya uskup dan menteri yang Katolik.. ini cukup menjelaskan... Semoga napi ...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-23 10:02:16
  5. Terima kasih Pak Benyamin....
    Said cnindonewsletter on 2016-11-22 16:34:32
  6. Terima kasih. Saya senang dengan UCAN INDONESIA. syallom benyamin...
    Said Benyamin Mali on 2016-11-21 16:53:07
  7. PERSEKUTUAN REMAJA JEMAAT ELIM PETRA PAMONA GEREJA KRISTEN SULAWESI TENGAH (GKS...
    Said aswankodina on 2016-11-21 10:53:01
  8. semoga tidak hujan besok......
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 23:25:12
  9. Benar2 capek deh membaca tentang Islam yang berniat menghabisi kaum Kristen.. Mu...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 09:53:01
  10. Nyalakan lilin untuk unjuk simpati.. dan mengobati rasa duka dan sedih.. Jauh le...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-17 10:02:56
UCAN India Books Online