UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Gereja galang bantuan bagi para korban topan

07/12/2012

Gereja galang bantuan bagi para korban topan thumbnail

 

Para pemimpin Gereja dan Palang Merah Internasional hari ini menyerukan lebih banyak bantuan bagi para korban Topan Bopha yang menghancurkan sejumlah provinsi di Filipina Selatan awal pekan ini.

Badan Pengurangan Resiko Bencana dan Manajemen Nasional mengatakan hari ini bahwa hampir 500 orang tewas dan 400 lainnya masih hilang.

Pastor Anton Pascual, Direktur Eksekutif Caritas Manila, mengatakan keuskupan agung Manila akan menggandakan kolekte untuk upaya bantuan dan rehabilitasi.

Pastor Pascual mengatakan badan aksi sosial keuskupan agung itu telah menyalurkan dana ke keuskupan di Mindanao yang dilanda topan.

Dia mengatakan sekitar US$ 7.000 telah dikirim ke keuskupan Tagus dan keuskupan Tandag, sementara sekitar $5.000 dikirim ke Butuan.

Uskup Agung Angel Lagdameo dari Jaro, Uskup Arturo Bastes dari Sorsogon, dan Uskup Honesto Ongtioco dari Cunao mengatakan mereka telah meminta para imam untuk mengadakan kolekte untuk korban topan selama Misa yang dimulai dari hari Minggu.

Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah juga telah menyerukan untuk membantu dana dan upaya pemulihan bagi ribuan keluarga yang berdampak akibat topan itu.

Organisasi itu mengatakan 4,5 juta frank Swiss ($ 4,8 juta) disalurkan kepada 50.000 orang yang terkena dampak langsung oleh badai tersebut dalam bentuk makanan langsung dan non-makanan.

Rincian tentang tingkat kerusakan baru mulai muncul dan jumlah korban jiwa, luka-luka, pengungsi dan lain-lain yang terkena dampak diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang karena tim-tim penyelamat telah menjangkau daerah-daerah terpencil.

“Hujan dari pegunungan menyebabkan sungai-sungai mengalir deras dan cepat. Hal ini kita hadapi ancaman nyata kematian dari banjir dan tanah longsor,” kata Selva Sinnadurai, perwakilan Palang Merah negara itu di Filipina.

Bantuan dari negara-negara lain sudah mulai berdatangan.

Australia telah mengumumkan akan mengirim A$ 5 juta untuk bantuan pemulihan awal bagi korban bencana.

Amerika Serikat menyalurkan $ 100.000 melalui Catholic Relief Services untuk mendukung upaya bantuan bencana di Mindanao, sementara Kanada telah menjajikan bantuan sebesar C$ 250.000 ($ 252,000).

Kerusakan yang disebabkan oleh topan diperkirakan 4 miliar peso (US$ 98 juta), kata pihak berwenang.

Sumber: Church’s urgent appeal for typhoon victims

 

 

  • http://www.facebook.com/bernardus.watoole Bernardus Watoole

    Nah bagaimana dengan kita Indonesia? Bagaimana gereja Katolik khususnya melalui para Bapa Uskup untuk menghimbau umat mengumpulkan dana untuk penanggulangan bencana besar ini……

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mahasiswa Papua demo di Jakarta tuntut merdeka
  2. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  3. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  4. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  5. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  8. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  9. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  10. Bagi penduduk daerah perbatasan, era tanpa kewarganegaraan berakhir
  1. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  4. Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua
  5. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  6. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  7. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  8. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  9. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  10. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online