
Lima tim dari Catholic Relief Services (CRS) telah berangkat ke Mindanao untuk memantau kerusakan yang disebabkan oleh Topan Bopha, yang menewaskan 325 orang dan ratusan lainnya masih hilang hingga kemarin.
Tim penyelamat terus berjuang untuk menjangkau daerah-daerah yang dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang disebabkan oleh topan tersebut.
CRS akan memprioritaskan propinsi Compostela Valley dan propinsi Davao Oriental, yang adalah wilayah-wilayah yang terkena bencana paling parah, kata badan bantuan itu dalam sebuah pernyataan.
“Tidak ada listrik dan komunikasi buruk di propinsi-propinsi tersebut, sementara beberapa keluarga telah berlindung di pusat-pusat evakuasi, yang lain tidur di luar tenda,” kata CRS kemarin.
“Kawasan-kawasan yang paling parah adalah pertanian, pesisir dan pertambangan di Mindanao Selatan, dimana Bopha mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. Banjir dan lumpur dari pegunungan menyapu gedung-gedung sekolah, pengadilan, balai kota, dan pusat-pusat kesehatan,” lapor CRS.
“Badan Pengurangan Resiko Bencana dan Manajemen Nasional mengatakan topan itu berdampak bagi 231,630 orang di 513 desa di 25 propinsi. Sementara itu 179,169 orang lain telah ditampung di tempat-tempat penampungan sementara di 417 pusat evakuasi.
Pemerintah telah menyerukan bantuan bagi para korban.
“Solidaritas warga Filipina diuji di tengah-tengah bencana tersebut. Kami menyerukan kepada warga negara kami dengan murah hati membantu saudara-saudara kita yang ditimpa bencana di Visayas dan Mindanao,” kata pernyataan dari Istana Kepresidenan.
Sumber: Catholic aid groups head to Mindanao
Paus Fransiskus pernah tertidur saat berdoa
Warga Filipina di Taiwan minta maaf atas penembakan nelayan
105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti