UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kurikulum baru hanya menguntungkan penerbit buku

07/12/2012

Kurikulum baru hanya menguntungkan penerbit buku thumbnail

 

Koalisi Pendidikan, praktisi pendidikan, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Federasi Serikat Guru Indonesia, orangtua murid, dan Indonesia Corruption Watch (ICW) secara tegas menolak perubahan kurikulum pendidikan yang diatur dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 menjadi Kurikulum 2013.

Menurut Direktur Eksekutif Sekolah Tanpa Batas (STB), Bambang Wisudo, perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini menuurtnya justru seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

“Perubahan ini dilakukan secara reaktif tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan. Perubahan ini hanya menguntungkan penerbit buku,” kata Bambang dalam jumpa pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Sementara itu praktisi pendidikan dan tokoh agama, Romo Benny Susetyo mengungkapkan sebaiknya anggaran negara untuk kurikulum 2013 ini dipakai untuk meningkatkan kualitas guru dan memperbaiki infrastruktur pendidikan.

“Kita sebaiknya menyelamatkan anggaran negara. Kalau disiapkan buku untuk ini, tapi lalu program kurikulumnya tidak berhasil, mau dikemanakan buku-buku ini? Padahal sudah menggunakan anggaran,” terang Romo Benny.

Hal serupa diungkapkan Jeirry Sumampow dari PGI. Ia mengatakan perubahan kurikulum yang bermasalah menjadi indikator kualitas masyarakat Indonesia pada lima hingga 10 tahun ke depan. Perubahan dinilai asal-asalan dan dipaksakan.

“Ini bukan masalah yang kecil, ini masalah masa depan bangsa. Capaiannya secara konkret itu gimana. Karena semuanya ngambang di kurikulum baru. Kurikulum ini penting karena menyangkut masa depan bangsa. Kami mengambil posisi menolak,” tegas Jeirry.

Mereka juga mengajak masyarakat bergerak untuk menolak perubahan kurikulum tidak didasari oleh paradigma yang jelas mengenai pendidikan. Para pemeharti pendidikan ini mengungkap, orientasi pendidikan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa bukan pada selera kebutuhan pasar.(jpnn.com)

 

  • http://www.facebook.com/bernardus.watoole Bernardus Watoole

    Kurikulum sejak dulu baru berganti sekitar 10 tahun pelaksanaannya. Misalnya kurikulum tahun 75, berikut tahun 85, berikut tahun 94. Tahun 2004 sempat ada wacana kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), namun tidak pernah disahknan sampai tahun 2006 berlaku kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kini umur kurikulum ini baru memasuki tahun ketujuh. Kalau memang setelah diteliti rancangan kurikulum tahun 2013 tidak jelas apalagi menyesatkan, sebaiknya wacana pergantian ini dipending.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Bima: Natal, tak ada Misa di GKI Yasmin
  2. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  3. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  4. Komnas Perempuan desak presiden bersikap tegas kepada kelompok intoleran
  5. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  6. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  7. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  8. Kardinal Parolin: Ada "prospek menjanjikan" hubungan Tiongkok-Takhta Suci
  9. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  10. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  1. Komnas Perempuan desak presiden bersikap tegas kepada kelompok intoleran
  2. Kardinal Parolin: Ada “prospek menjanjikan” hubungan Tiongkok-Takhta Suci
  3. Bima: Natal, tak ada Misa di GKI Yasmin
  4. 22 pelajaran bijak dari seorang ibu
  5. Para kandidat berjanji tidak kekerasan pemilu selama perjalanan paus di Sri Lanka
  6. Para pengungsi Kristen keluar dari hutan Kamboja
  7. Para uskup Pakistan himbau umat Kristiani merayakan Natal secara sederhana
  8. Muhammadiyah tak haramkan Muslim ucapkan Natal
  9. Pemuda-Pemudi Muslim meriahkan Christmas Carol di Ambon
  10. Kalbar miliki gereja Katolik berkapasitas 3.000 Orang
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online