
Lima uskup bergabung dengan lebih dari 10.000 orang berkumpul di luar parlemen Irlandia pekan ini menuntut Perdana Menteri Enda Kenny untuk menepati janji kampanyenya tahun 2011 bahwa ia tidak akan melegalkan aborsi di negara itu.
Aksi protes itu diselenggarakan dalam upaya menyatukan organisasi-organisasi pro-life di Irlandia.
Sambil mengusung poster-poster, yang mengambil tempat di Molesworth Street, di pusat kota Dublin, ribuan orang berteriak “ingat janji Anda”, seraya mendesak pemerintah melindungi ibu dan janin.
Aksi tersebut dimotori oleh Niamh Ui Bhrian dan Dr. Sean O’Domhnaill dari Life Institute, dan Caroline Simons dari Pro-Life Campaign, yang mengatakan bahwa para politisi akan menghadapi reaksi yang buruk dari publik jika mereka berusaha untuk melegalkan aborsi.
Setelah beberapa pekan terkait kesalahan informasi di media mainstream atas kematian Savita Halappanavar, kata Ui Bhrian, “Kini jelas aborsi perlu dibahas kembali menyusul kematian tragis Savita.”
Penasehat hukum Pro-Life Campaign, Caroline Simons, mengatakan, “Cara dalam pembahasan tersebut yang menyelesaikan dengan cepat melalui parlemen itu sangat mengganggu dan tidak demokratis.”
“Kaum perempuan pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik ketimbang aborsi,” tambahnya.
Aksi protes itu, katanya, membawa pesan bahwa “tidak ada yang liberal atau belas kasih terkait aborsi.”
Life Institute sedang menyiapkan aksi protes berikutnya secara besar-besaran, melakukan kampanye secara nasional, termasuk membagikan 1,4 juta brosur kepada setiap ibu rumah tangga di negara itu untuk mengingatkan mereka bahwa Kenny dan koalisinya sedang mempersiapkan untuk “membuka pintu” bagi aborsi, dan janji-janji “kampanye” adalah omong kosong.
Sumber: Thousands in Dublin rally against legalized abortion
AS kecam kekerasan agama di Indonesia
Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi