UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Teolog Jerman berbicara tentang hambatan bagi pelayanan di Cina

07/12/2012

Teolog Jerman berbicara tentang hambatan bagi pelayanan di Cina thumbnail

 

Kurangnya para cendekiawan berkualitas di Cina menjadi tantangan yang signifikan untuk pelayanan Kitab Suci di negara komunis itu.

Pastor Ludger Feldkamper SVD, 75, seorang mantan sekjen Catholic Biblical Federation, yang memiliki pengalaman bertahun-tahun bagi Gereja di Cina dan seluruh Asia, berbicara dengan ucanews.com selama kunjungan ke Hong Kong bulan lalu terkait kendala utama bagi Gereja di Cina.

“Orang sangat sedikit yang bisa menyelesaikan pelatihan Kitab Suci dengan baik, yang sangat menuntut terutama adalah menguasai bahasa Kitab Suci,” katanya.

Kerja tim juga diperlukan, “tapi juga sulit bagi Gereja di Cina,” katanya.

Ia mencontohkan sebuah perkembangan positif di sebuah keuskupan bagian barat laut, dimana “kami mampu membentuk tim inti di tingkat keuskupan.” Tim ini mengadakan lokakarya untuk para pemandu kelompok Kitab Suci paroki selama Natal dan liburan Tahun Baru Cina.

“Ada harapan yang sangat konkret.”

Pastor Feldkamper adalah seorang tamu yang sering datang ke Cina, dengan memimpin sekitar 30 seminar di berbagai keuskupan, seminari, dan komunitas Religius sejak tahun 2006.

“Ide saya adalah tidak menyampaikan pengetahuan Alkitabiah dari kepala saya ke kepala mereka, tapi memberikan mereka sarana sederhana sehingga mereka bisa menggali dan memahami,” kata imam itu terkait fokus seminar-seminar dan lokakaryanya.

“Saya menjelaskan sarana tersebut, membuat mereka menerapkan sarana itu dan membuat mereka dengan rasa suka cita menemukan kekayaan dan kedalaman dari Kitab Suci. Ini bukan buku yang membosankan,” katanya.

Pastor Feldkamper mengatakan ia merasa senang dengan tanggapan para imam, seminaris, dan, biarawati, terutama kelompok dari para suster dalam sebuah pembinaan dua tahun belajar bersamanya dua pekan.

“Apa yang benar-benar ingin maju saya pikir telah tercapai.”

Pastor Feldkamper berada di keuskupan bagian utara pada Adven dan Tahun Iman pada pertengahan Oktober. Tahun khusus ini untuk Gereja, umat beriman di Cina bergabung dengan umat Katolik di seluruh dunia  mempelajari dokumen Konsili Vatikan II dan Katekismus untuk memperdalam iman mereka.

Mempelajari dokumen ini adalah tidak cukup, kata Pastor Feldkamper.

“Orang tidak boleh lupa untuk menempatkan Kitab Suci di tempat pertama,” katanya.

“Pertumbuhan iman hanya bisa dicapai melalui perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus dengan membaca Kitab Suci.” Dan ini akan mendorong umat beriman untuk mewartakan Kabar Baik kepada orang lain.

Evangelisasi sendiri, kata Pastor Feldkamper, juga sebuah tantangan. Ini adalah topik dari sinode para uskup sedunia bulan lalu dan dia mengatakan evangelisasi harus “mulai dari mana orang” berada dan “mulai dengan pertanyaan-pertanyaan mereka.”

“Ada banyak hal yang banyak imam tidak tahu. Mereka tidak mendengarkan umat,” katanya.

“Ketika semua anggota Gereja – klerus dan kaum awam – menerima baptisan yang sama, mereka memiliki martabat yang sama meskipun tanggung jawab berbeda, katanya.

Karena itu, para imam tidak boleh hanya mengandalkan “pengetahuan teologis dan Alkitabiah mereka yang mereka sudah “belajar, tapi perlu juga belajar mendengarkan umat awam. Dewan Paroki adalah kesempatan yang baik bagi imam menerima pendapat orang awam dengan serius, katanya.

Yayasan Biblika Gereja Katolik, yang didirikan Pastor Feldkamper tahun 1969, membawa kelompok Katolik bersama-sama berkomitmen pada pelayanan pastoral Kitab Suci. Yayasan ini berada di 130 negara dengan sekitar 300 organisasi bukan hanya di Cina.

Sumber:  German theologian talks about obstacles to ministry in China

 

  • http://www.facebook.com/bernardus.watoole Bernardus Watoole

    Pernyataan dan keluhaan Pastor Feldkamper sebenarnya tidak hanya menggambarkan kondisi di China tetapi juga terjadi di banyak daerah kita di Indonesia. Pengetahuan umat umumya sangat dangkal khusus menyangkut Kietab Suci. Padahalnya St. Hieronimus misalnya mengatakan:”Ignorantia sacrae Scripturae, ignorantia Crhisti” (barngsiapa tidak siapa tidak mengenal Kitab Suci tidak mengenal Kristus). Keprihatinan kita juga bahwa ada gembala umat kurang mengenal umtnya. Jarang mengunjungi mereka dan mengenal situasi hidup konkrit mereka. Padahalnya evangelisasi yang benar harus bertolak dari kondisi umat setempat dan dari pertanyaan dan keingintahuan umat tentang imannya. Kita termasuk para gembala umat butuh pertobatan, “karena Tuhan telah lelbih dahulu mengasihi kita”.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga masih menanti terpidana mati Mery Jane kembali ke rumah
  2. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  3. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  4. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  5. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  6. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  7. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  8. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  1. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  2. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  3. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  4. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  5. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  6. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  7. Pastor dihukum penjara oleh pengadilan Tiongkok terkait protes pembongkaran gereja
  8. Orang muda ujung tombak kerukunan dan kedamaian agama
  9. Paus puji komunitas Katolik kecil di Jepang
  10. Anak-anak suku di Kamboja tidak bisa bersekolah akibat tidak paham bahasa negara mereka
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online